Tanggap Mahasiswa dalam Mengawal Pendidikan Indonesia di Era Modernisasi

Posted: Juni 18, 2014 in Intelegensia Muslim

Menurut Jhons Naisbitt dan patricia Aburdence (1990) dalam bukunya berjudul Megatrends 2000 meramalkan bahwa abad 21 adalah era baru. Suatu era dimana ekonomi global dan informasi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Suatu era dimana relasi menjadi hirarki sebagai modal utama untuk menyelesaikan segala permasalahan kehidupan. Suatu era dimana daya magnetisnya mampu memperbesar emosi, mempercepat perubahan, meningkatkan kesadaran, dan memaksa kita memeriksa diri, nilai-nilai, dan instuisi-instuisi kita. Teknologi komunikasi misalnya, selain memberikan manfaat berharga di dalam menghemat waktu perjalanan fisikal manusia, juga berimplikasi kepada pertingkahan baru yang deskrutif, seperti hilangnya persahabatan sejati, merosotnya intensitas tradisi silaturrahmi, dan yang trend dikalangan anak muda dewasa ini apa yang disebut dengan pone sex.

Secara perkembangan global akibat teknologi informasi ini menimbulkan dua implikasi sekaligus, antara positif dan negative- tergantung siapa yang banyak menginstal konsep, pemikiran, budaya, dan nilai-nilai di dalamnya. Secara positif perkembangan global tersebut dapat dicirikan dalam beberapa hal diantaranya adalah persaingan antar negara yang lebih diwarnai oleh perang penguasaan teknologi tinggi. Sehingga setiap negara berkepentingan untuk mendongkrak anggaran dan penyediaan dana yang besar bagi penelitian dan pengembangan bila tidak ingin ditinggal dengan negara lain. Kemudian implikasi secara negative perkembangan global memunculkan pribadi-pribadi yang miskin spiritual; menjatuhkan manusia dari makhluk spiritual ke lembah material-individualistik; exsistensi tuhan hanya berdiam direlung pemikiran, diskusi, khutbah-khutbah baik lisan maupun tulisan; dan mengalami frustasi exsistensial dengan cirri-ciri: hasrat yang berlebihan untuk berkuasa (the will to power), bersenang-senang mencari kenikmatan (The will to pleasure) dengan uang-kerja-seks, dan perasaan hidup tanpa makna. Manusia modern cinderung mengalami split personality dan split integrity, peran agama digeser menjadi persoalan akhirat yang tidak memiliki keterpautan dengan perkembangan global dan orientasi serta pembangunan masa depan.[1]

Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa Indonesia adalah pendidikan. Sebab melalui pendidikan diharapkan akan menghasilkan individu-individu yang berkualitas sebagai penopang pembangunan bangsa oleh partisipasinya sebagai warga Indonesia.

Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembangunan tersebut peran pendidikan amatlah sangat strategis[2]

Pendidikan di Indonesia saat ini dihegemoni pemikiran sekular. Sementara sistem pendidikan saat ini juga megarah pada sistem yang semakin materialistis[3] yang bergabung menjadi modernisasi pendidikan.

Bangsa barat telah memunculkan “modernisasi pendidikan”, kondisi ini menimbulkan pemasungan terhadap adanya integritas dalam diri manusia sebagai manusia yang penuh fitrah pikiran, akal, budi, kehendak, emosi, talenta, kreativitas, dan bebas mengembangkan diri karena lembaga pendidikan tempat belajar telah mengabdikan dan menghambakan dirinya pada arus modernisme barat.[4]

Sistem pendidikan yang dibutuhkan adalah sistem pendidikan yang memiliki output yang berkualitas. Dimana sistem ini terdiri dari 3 komponen yaitu input, proses dan output. Input adalah masukan sumberdaya manusia yang mau menerima perubahan sehingga ia menjadi berkembang dalam aspek ilmu pengetahuannya. Proses adalah proses bagaimana input menjadi berkembang dan berkualitas dengan metode yang telah disediakan sedangkan output ini adalah bagian terpenting sebagai hasil dari kesempurnaan sistem, dimana output menjadi puncak keberhasilan suatu sistem.

Berkaitan dengan problem pendidikan yang sangat kompleks dan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan teknologi informasi dunia, maka seorang mahasiswa sebagai elemen penting dalam masyarakat dapat kemudian ikut serta mengawal pendidikan bangsa ini dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Mahasiswa secara tidak langsung merupakan bagian dari system, dan bagaimana pun mahasiswa memiliki tanggung jawab penuh atas kebenaran, kebaikan dan keadilan system tersebut. Maka dalam upaya mengawal pendidikan sesuai dengan standar kemampuan dari mahasiswa tersebut, yaitu tanggap dalam menganalisis kebijakan-kebijakan pemerintah, melakukan penekanan kebijakan apabila sudah tidak sesuai dengan undang-undang dasar Negara dengan suatu gagasan berbentuk tulisan dan demonstrasi. Kemudian mahasiswa harus dapat membebaskan dirinya dari belenggu-belenggu kebodohan baik secara pribadi maupun kolektif.

Dalam hal lain, mahasiswa yang mengemban tanggung jawab sebagai kader umat dan kader bangsa, seharusnya benar-benar faham betul bagaimana sebenarnya status ke-umatanya dalam upaya mewujudkan exsistensi agama islam sebagai agama rahmatan lil alamiin, dan kemudian status ke-bangsaanya.

Pegangan teguh kepada sumber dasar agama yang benar (Al-Quran dan As-Sunnah) dalam hal memenuhi kebutuhan kepercayaan adalah hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh seorang mahasiswa, yaitu kesempurnaan hidupnya terukur dari personality manusia yang integratif antara dimensi dunia dan ukhrawi, individu dan sosial, serta iman, ilmu dan amal yang semuanya mengarah terciptanya kemaslahatan hidup di dunia baik secara induvidual maupun kolektif.

Oleh: “Rayinda Dwi Prayogi

[1] Tholkhah, imam, barizi, ahmad “Membangun Jendela Pendidikan: mengurai akar tradisi dan integritas keilmuan pendidikan islam”, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada 2004, hal. 1-3

[2] Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan, yogyakarta : Bigraf Publishing, 2000, hal : 2

[3] Aulia Kosasih, Dari HMI untuk Bangsa, : Adaide Publishing, 2010, hal : 9

[4] Muhammad karim, Pendidikan Kritis Transformatif, Yogyakarta: Ar-Ruzz media, 2009, hal :20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s