Kenapa Harus Kuliah?

Posted: September 27, 2014 in Kemahasiswaan
Tag:

    Selamat kepada teman-teman yang telah menyelesaikan pendidikan SMA/sederajat dan selamat bergabung di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Salam Mahasiswa. Oke, ada tiga pertanyaan buat kamu yang merasa mahasiswa baru, yukk kita ingat dan kita pahami. pertanyaan yang pertama adalah sudahkah kamu mengambil jurusan yang sesuai dengan yang kamu inginkan, sesuai dengan ilmu yang ingin kamu kembangkan. Jika sudah pertanyaan yang kedua adalah sudahkah kamu memperhitungkan total keseluruhan biaya kuliah kamu selama kamu kuliah di UMS.

     Ingat kampus kita adalah kampus swasta, bukan kampus negri, dan pertanyaan saya yang terakhir adalah kenapa kita harus kuliah? Untuk pertanyaan pertama dan kedua cukup diingat-ingat aja agar kamu semakin serius untuk mewujudkan mimpi-mimpimu. Nah, untuk pertanyaan yang ketiga disini penulis ingin mengajak kamu untuk memahami betul fungsi mahasiswa, kenapa sih kita harus kuliah dan menjadi mahasiswa? Menjadi mahasiswa berarti menempati posisi tertentu yang berbeda dari yang sebelumnya. Ada banyak julukan bagi mahasiswa, salah satunya adalah agent of social change (agen perubahan social) atau sebagai unsur perbaikan negara. Ya benar adanya kalimat tersebut. Karena di tangan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia nyata negeri ini menaruh harapan. Saya dulu pernah mempunyai pemikiran bahwa saya akan ikut membangun bangsa indonsesia dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil makmur dalam berkehidupan. Bahkan mungkin kamu mempunyai pemikiran yang sama dengan saya. Jika benar, itu bukan menjadi pemikiran atau angan-angan kita lagi, tetapi itu sekarang sudah menjadi tugas kita, tugas sebagai mahasiswa. Wow..

     Jika membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki masyarakat yang sejahtera adalah tugas mahasiswa, bisa diartikan bangsa Indonesia adalah tanggung jawab mahasiswa. Nah, kalau sudah begini apakah kita harus keluar dari perguruan tinggi ? Tentunynya tidak, kita bisa membangun bangsa Indonesia dengan diri kita, dengan jurusan-jurusan yang telah kita percayai bisa mengembangkan bakat dan keinginan kita.

     Bayangkan kita yang berakademis di bidang kesehatan bisa menciptakan sebuah alat atau obat-obatan yang biayanya sedikit lebih murah sehingga biaya kesehatan masyarakat dapat terpenuhi, mahasiswa yang mengabdikan dirinya dibidang ekonomi bisa menciptakan peluang usaha sehingga mengurangi jumlah pengangguran dan begitu pula dibidang-bidang yang lainnya. Itulah kenapa kita harus kuliah, karena kitalah sebagai penerus bangsa yang akan membangun bangsa Indonesia serta menjadikan masyarakat-masyarakatnya menjadi masyarakat yang adil dan makmur. Selain itu mahasiswa adalah manusia yang memiliki waktu luang dan kesempatan yang besar untuk belajar (selain pengangguran).

Dimana waktu kuliah mahasiswa hanya 24 SKS dalam 6 bulan.

     Mari kita hitung kelebihan waktu kita sebagai mahasiswa. Jika 1 SKS sama dengan 45 menit dikali 8 pertemuan, 2 SKS dalam 6 bulan sama dengan 90 menit dikali 16 pertemuan hasilnya 1.440 menit atau 24 jam untuk 1 mata kuliah dengan 2 SKS. Artinya, 12 mata kuliah per semester sama dengan 288 jam atau 12 hari penuh. Jika dalam 6 bulan ada 180 hari, berarti ada sisa 168 hari lagi. Selama kuliah, untuk belajar didalam kelas, ternyata hanya menghabiskan waktu 12 hari (atau kalau malam tidak dihitung, hanya 24 hari). Sisanya, kamu gunakan, misalnya untuk mengerjakan tugas . jika mengerjakan tugas dengan jumlah jam yang sama, yaitu 90 menit x 16 (1.440) menit, artinya setiap jam untuk mata kuliah di dalam kelas, kamu imbangi dengan jumlah jam yang sama untuk belajar diluar kelas. Jadi, setiap 6 bulannya, kamu menghabiskan waktu 48 hari. Itu artinya selain kamu bisa belajar dibangku kuliah kamu juga mempunyai kesempatan besar untuk bisa belajar diluar jam kuliah seperti mengikuti organisasi atau kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan potensi yang kamu miliki.

     Jadi tunggu apalagi, jangan buang-buang waktu dimasa kuliahmu, menjadi mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Menjadi mahasiswa sejatipun tidak bisa dibeli dengan harta, tapi semangat juang yang gigih sebagai ciri yang dimiliki pemuda menjadi modal untuk tonggak pembangunan bangsa.

Oleh: Ifnu Adristian/ Mahasiswa FIK 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s