Selayang Pandang Himpunan Mahasiswa Islam

Posted: September 27, 2014 in Ke-HMI-an
Tag:

Ketika bangsa Indonesia ingin lepas dari belenggu penjajahan dengan misi zending mereka. Kemudian di tengah bahana gemuruh perjuangan, laksana halilintar di tengah terik matahari siang, suara itu adalah “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia” yag diucapkan Proklamator dwi tunggal Soekarno-Hatta di Pegangsaan Timur No 56 Jakarta pada 17 Agustus 1945.

Namun apa mau dikata, keserakahan menjadi selimut dalam diri manusia yang menginginkan kekuasaan sehingga berambisi untuk merebutnya. Tekad rakyat Indonesia yang tinggi tidak ingin lagi dijajah menjadi kecamuk perang kekuasaan di Tanah Ibu Pertiwi.

Tuntutan perang kemerdekaan tidak dapat ditawar-tawar lagi, ini membutuhkan persatuan dan kesatuan umat islam sebagai tulang punggung bangsa dan negara. Keadaan umat Islam pada saat itu terdiri dari perpaduan unsur-unsur kebudayaan dan adat istiadat yang berasal dari hindunisme, budhisme dan animisme yang pada akhirnya menimbulkan aliran-aliran kebatinan. Sedang peradaban semakin mengarak sehingga terjadi pembaharuan yang tidak hanya di Indonesia, melainkan diseluruh belahan dunia.

Dunia kemahasiswaan ketika penjajah meninggalkan bekas bekas pendidikan ala belanda dapat merusak kepribadian umat islam pada saat itu. Sistem pendidikan yang mengarah pada sistem pendidikan sekuler serta mendangkalkan agama pada setiap aspek kehidupan manusia. Dengan kondisi inilah kemerdekaan yang telah dikumandangkan tidak boleh kosong, Kemerdekaan harus diisi untuk mewujudkan visi misi kemerdekaan, mensejahterahkan rakyat, mengembalikan moral orang timur. Lafran Pane, satu dari ribuan Mahasiswa yang resah melihat kondisi Indonesia pasca merdeka dengan segala peninggalan penjajahan.

Dengan ambisi dan tekad yang kuat berupaya mendirikan suatu himpunan dengan misi mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam. Hingga pada tanggal 5 februari 1947 berdirilah Himpunan Mahasiswa Islam.

]Sejak berdiri hingga usia 67 tahun Himpunan Mahasiswa Islam telah memberikan sumbangsihnya untuk pertiwi ini. Turun langsung dalam penumpasan PKI dengan gencatan senjata, urun lansung untuk pembangunan bangsa di era kala itu hingga kini dengan ribuan kader HMI yang tersebar di seluruh nusantara dari wilayah pelosok sampai metropolitan di berbagai bidang keilmuan seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknik, politik dll.

HMI bukan NU, bukan muhammadiyah, bukan syi’ah atau golongan manapun. HMI adalah Himpunan Mahasiswa Islam dengan watak independensinya yang menjadi ciri khas organisasi secara etis melekat sebagai karakter dan kepribadian HMI. HMI sebagai laboratorium pengetahuan yang di dalamnya terdiri dari orang-orang yang mau belajar, mau berproses, mau berjuang untuk kepentingan umat dan bangsa. Azas Islam yang dimiliki senantiasa memberikan energi perubahan mengharuskan para penganutnya untuk melakukan inovasi, internalisasi, eksternalisasi maupun obyektifikasi.

Oleh : Muslihah/ Mahasiswa FIK 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s