Tipe Mahasiswa

Posted: September 27, 2014 in Kemahasiswaan
Tag:

       Kemanjuan bangsa bergantung kepada pemuda, bahkan bangsa yang ditakuti adalah bangsa yang mempunyai pemuda dengan semangat tinggi, rasa cinta kepada tanah air, berjuang demi tanah bangsanya. Mahasiswa identik dengan pemuda, yang akan menjadi tonggak kepemimpinan di masa yang akan datang kelak, artinya mahasiswa adalah kunci peradaban sebagai penereus generasi zaman. Tidak salah jika presiden RI pertama Indonesia Ir Soekarno pernah berkata “berikan aku 10 pemuda maka akan aku goncangkan dunia”. Sejatinya mahasiswa adalah mereka yang memiliki idealisme tinggi, berpihak kepada kebenaran. Dengan semangat yang masih menggebu, darah juang yang terus mengalir memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan indonesia. Jika ingin melihat kemajuan bangsa ini maka lihatlah pemuda 20 tahun lalu. Jika ingin melihat kejayaan bangsa 20 tahun yang akan datang maka lihatlah pemuda saat ini. Karena mahasiswa adalah kader umat dan kader bangsa yang memiliki kebebasan berpikir yang berlandaskan atas kebenaran. Disinilah mahasiswa berperan sebagai agen perubahan, pembawa inovasi dan asprasi .

      Ketika memasuki dunia kampus kita akan menjumpai beragam corak mahasiswa. Ada yang gemar usaha, gemar berorganisasi, mahasiswa yang ke kampus hanya masuk kelas, dan lain-lain. Fenomena mahasiswa dengan beragam corak ini melekat dalam diri mereka dan menjadi identitas mereka. Dengan tipe yang berbagai macam itu penulis mencoba menyimpulkan tipe mahasiswa dalam sebuah diskusi yang membaginya kedalam tiga tipe mhasiswa, yaitu :

  • Tipe mahasiswa yang pertama adalah Mahasiwa KUPU KUPU.

                  Kupu-kupu adalah mahasiswa yang kegiatannya Kuliah Pulang-Kuliah Pulang. Tipe mahasiswa seperti ini banyak dijumpai dikampus manapun. Ia hanya mengejar (ip) tinggi, kuliah tidak pernah absen dan kurang memperhatikan masalah di sekitarnya, dunia kampus maupun masyarakat. Maka yang didapat dalam pekuliahan hanya teori saja untuk didapatkan atau digunakan sebagai bahan ujian.

                  Dengan begitu, mahasiswa tipe ini tidak mempunyai kepekaan terhadap permasalahan yang ada dihadapannya. Mereka tidak mau berorganisasi yang menurut mereka dengan berorganisasi akan menyita waktu belajar mereka demi mengejar cita-cita IP cumloud. Mereka hanya menjadi mahasiswa yang pragmatis. Maka setelah dosen mengakhiri pertemuannya, mereka langsung pulang ke kost atau kontrakan yang hanya diisi waktunya dengan tidur, main game atau nonton tv, belajar hanya saat mau ujian saja itupun dengan metode sks.

Mahasiswa seperti ini adalah mahasiswa yang kudet, kurang update alias kurang informasi, tidak tahu permasalahan bangsa yang sedang dihadapi, gagal paham birokrasi, diskusi mereka hindari. Jadi seperti air yang mengalir entah kemana mengalirnya.

  • Tipe mahasiswa yang kedua adalah Mahasiswa KUNANG-KUNANG.

  Mahasiswa kunang kunang adalah mahaisiswa yang kegiatannya kuliah nangkring-kuliah nangkring, artinya mahasiswa tipe ini mahasiswa yang hobinya nongkrong, di cafe, mall, tempat karaoke, dengan teman sebayanya dan tidak jelas arah pembicaraannya. Tidak jauh beda dengan mahasiswa tipe kupu-kupu. Namun ada juga mahasiswa tipe ini yang hobinya nongkrong namun diisi untuk hal-hal yang positif, mulai dari diskusi hal terkecil sampai permasalahan besar, maka tipe ini tidak buruk untuk disandang menjadi gelarnya mahasiswa, dan tipe ini pasti juga sejajar dengan tipe mahasiswa yang ketiga, yaitu tipe mahassiswa kura-kura.

  • Tipe mahasiswa yang ketiga adalah Mahasiswa KURA-KURA.

  Tipe ini dikenal sebagai tipe yang positif, progresif karena sehari harinya digunakan untuk rapat, rapat dan rapat. Mereka mengisi waktu luang dengan bermacam rapat oraganisasi, diskusi tentang issue masyarakat hingga perpolitikan baik tingkat daerah maupun nasional.

  Mahasiswa ciri seperti ini akan mendapatkan dua hal yaitu hardskill dan softskill yang bisa digunakan untuk bersaing di dunia nyata ataupun dunia kerja sehingga ilmu yang didapatkan dapat diaplikasikan dengan baik sesuai hakikat ilmu pengetahuan. Hardskill yang didpatkan dari kelas sedang softskill didapat dari mereka berproses di organisasi, baik internal maupun eksternal.

  Merupakan keberuntungan mahasiswa dengan tipe kura-kura yang mampu bersaing di derasnya zaman modern ini. Dengan modal kemampuan manajemen, memimpin, serta berinteraksi dengan siapapun inilah menjadi bekal yang telah dipupuk sejak dibangku kuliah.

  Penting untuk diingat mahasiswa yang dibutuhkan masyarakat ke depan tidak hanya berkemampuan akademik namun juga memiliki kemampuan non-akademik. Kemampuan melobi, kemampuan berinteraksi, kemampuan memimpin alias soft skill. Semua itu hanya bisa didapatkan di organisasi internal dan eksternal. Ayo mahasiswa, kita abdikan diri dalam organisasi, kembangkan bakat dan potensi yang kita miliki hingga kita menjadi aktivis yang bermanfaat, menjadi kader umat kader bangsa.

So, tipe mana yang kamu pilih ???

Yakin Usaha Sampai..!

Oleh : Muslihah, Mahasiswa FIK 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s