Peran Pemuda Dalam Menyongsong Asian Economic Community (AEC) Dan Bonus Demografi

Posted: November 3, 2014 in Ke-Indonesian

Asean Economic Community (AEC) merupakan kesepakatan yang dibangun oleh sepuluh Negara ASEAN termasuk Negara Indonesia. Dalam kesepkatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing di kanca Internasional yakni adanya integrasi terhadap ekonomi Negara-negara ASEAN yang kemudian akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan yang paling utama adalah mengurangi kualifikasi angka kemiskinan.
Pada dasarnya, realisasi AEC pada 31 Desember 2015 yang akan datang setidaknya ada 5 hal yang akan diimplementasikan yaitu arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus bebas modal dan arus bebas tenaga kerja terampil yang keseluruhanya terbentuk dalam sebuah pasar tunggal yang berbasis produksi bersama. Konsekuensi atas inplementasi AEC tersebut adalah terjadinya liberalisasi perdagangan barang, jasa, dan tenaga terampil secara bebas dengan tanpa adanya tarif ataupun non tarif. Kesiapan Negara Indonesia dalam menghadapi AEC 2015, antara peluang ataupun ancaman. Siap ataupun tidak siap sudah tidak perlu dijadikan sebuah perdebatan lagi karena AEC ini sudah menjadi sebuah keputusan dan kesepakatan politik semua Negara ASEAN bersama.
Pada tahun 2025-2045, menurut analisa kependudukan bangsa Indonesia akan memiliki manusia-manusia produktif (berumur 15-45) berkisar 70 % dari seluruh penduduk Indonesia. Hal tersebut biasa disebut dengan bonus demografi. Setidaknya ada 3 gambaran perkembangan SDM di era membludaknya manusia produktif ini, yaitu apakah menurun, statis, atau berkembang baik secara kualitasnya.
Dengan menjadikan AEC sebagai tantangan khususnya pada peran dan fungsi Pemuda Indonesia di masa sekarang yang nantinya sangat berpengaruh pada era bonus demografi 2025-2045, maka pemuda harus benar-benar menjadi sosok pembangun bangsa dengan segala kesadaranya atas tanggung jawab menjunjung tinggi derajat bangsa Indonesia. Setidaknya ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu terkait dengan keamanan ekonomi, keamanan budaya dan keunggulan kependidikan.
Seorang pemuda diharapakan mampu menanamkan jiwa Interpreneurship (pengusaha) dalam dirinya, sehingga tidak lagi memiliki ‘mindset’ sebagai seorang pegawai yang nantinya hanya diperkerjakan oleh Negara-negara lain. Kemudian dari pada itu, persaingan produk dalam negeri oleh perusahaan-perusahaan besar asing juga merupakan tantangan bagi peningkatan Unit Mikro Kerja Menengah (UMKM) yang merupakan harapan utama bagi pengembangan produk dalam negeri. Pentingnya peran pemuda dalam mengawal kemajuan ekonomi bangsa dengan memperhatikan sektor keamanan produk-produk dalam negeri dengan membatasi regulasi dalam pemerintahan. Harapanya bangsa Indonesia yang dengan kekayaan sumber daya alam dan kekuatan sumber daya manusianya mampu benar-benar menjadikan Negara Indonesia yang maju dan akan menjadi ujung tombak peradaban dunia.
Dalam aspek kependidikan, pemerataan pendidikan dan fasilitas sarana dan prasarana merupakan masalah lama yang belum juga terselesaikan oleh bangsa ini. Anggaran Negara dalam proses pengembangan pendidikan pada Tahun 2015 ini mencapai 409 triliun atau 20% dari anggaran Negara. Artinya secara anggara dalam sektor pendidikan sudah cukup banyak dikeluarkan, namun tidak dirasakan efektifitasnya. Peran pemuda dalam mensukseskan sektor pendidikan bangsa ini adalah bagaimana kemudian mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintahan, sehingga anggaran yang dikeluarkan Negara benar-benar dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien dalam menunjang pengembangan potensi manusia-manusia Indonesia. Kemudian dengan berkembang baiknya manusia-manusia ini, maka sangat berpengaruh pada pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Indonesia ini.
Sosok pemudalah yang sangat menentukan bagaimana Indonesia di tahun 2015, bagaimana indonesia di tahun 2025 dan bagaimana Indonesia di tahun 2045 (masa keemasan yaitu 100 tahun kemerdekaan). AEC dan bonus Demografi sudah ada di depan mata masyarakat Indonesia, para pemuda harus segera bangkit dari zona kenyamanannya, segera melakukan pembaharuan pembaharuan karya dan mensosialisasikan kesadaranya untuk pembangunan bangsa kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia. Perjuangan itu dirintis oleh pemuda-pemuda yang berfikir, di perjuangakan oleh pemuda-pemuda yang ikhlas dan akan dimenangkan oleh pemuda-pemuda yang berani. Yakin Usaha Sampai

Oleh: Rayinda Dwi Prayogi / Kader HMIJuara
Pemeng Lomba Essi 3 pada tanggal 28-Oktober-2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s