Nabi Muhammad SAW sebagai Inspirasi Entrepreneur Kader HMI dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Posted: November 29, 2014 in Makalah Intermediate Tranning (Lk II)
Tag:

KATA PENGANTAR

Yeni Indiani (Ketua Bidang PTK Komisariat Ahmad Dahlan I)

Yeni Indiani (Ketua Bidang PTK Komisariat Ahmad Dahlan I)

          Puji syukur Kehadirat Ilahi rabbi yang telah melimpahkan nikmat dan karunianya sehingga makalah ini telah terselesaikan dengan ketidak sempurnaan, meskipun demikian penulis tetap optimis bahwa apa yang telah penulis tulis beberapa hari yang lalu tidak akan sia-sia dan InsyaAllah mendapat kan nilai tersendiri disisi-Nya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada uswatun kita nabi Muhammad SAW, semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat dan menjadi manusia yang selalu mencontoh keteladanan beliau.            Tak hentinya penulis terus mengumandangkan syukur bahwa kesempatan menimba ilmu dikota santri sudah didepan mata, ini merupakan nikmat yang tidak bisa dibanyangkan sebelumnya.kemudian pula tidak lupa penulis ucapakan kepada HMI cabang sukoharjo terkhusus Komisariat Ahmad Dahlan I, Rekan-rekan seperjuangan yang tidak pernah bosan terus dan terus memotivasi penulis untuk mengikuti Latihan Kader 2, Tidak lupa juga para alumni yang sealu memberikan petual dan pencerahan yang memotivasi penulis untuk tidak pernal lelah belajar dan berjuang. kepada Orangtua, Ibunda tercinta terima kasih sudah memberikan kebebasan anakmu untuk memilih jalan hidup sendiri, kata terima kasih saja rasanya tidak cukup menggambarkan betapa aku sangat bersyukur kepada Allah telah melahirkanku dari rahim ibunda tercinta, Ayah terima kasih telah menjadi inspirator untuk tetap kuat dalam berjuang, kakak adiku dan semua sahabat dan rekan-rekan yang telah membantu proses penyusunan Makalah ini.

Ahirnya kepada Allah lah kita kembali, semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis terkhusus dan semua pembaca pada umumnya, karna kesempurnaan hanya Milik yang Maha sempurna maka dengan sangat senang dan bangga penulis menerima kritik dan saran dari semua.

Sukoharjo, 24 November 2014

Penulis

Yeni Indriyani

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………..(i)
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………(ii)

 

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………..           1

A.Latar Belakang…………………………………………………………………………..….1

B.Rumusan Masalah………………………………………………………………………….3

C.Tujuan Kepenulisan……………………………………………………………………4

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………..….            5

A.Latar Belakang Adanya Masyarakat Ekonomi Asia…………………….….5

  1. ASEAN Economic Communty(AEC) Blueprint (Kesepakatan MEA)

     2015.………………………………………………………………………………………….6

C.Tantangan bagi Indonesia dan masyarakat Indonesia dalam

     menghadapi MEA ……………………………………………………………………..…            7

D.Solusi Untuk Menggatasi tantangan MEA sebagai Kader HMI dan

   Khalifah dimuka bumi………………………………………………………………..… 7

E.Islam sebagai landasan untuk menjadi Manusia yang Mampu….…..10

F.Karakter yang harus dimiliki seorang Entepreuneri……………………... 11

G.Perjalanan dagang Nabi Muhammad SAW semasa dari kecil hingga

   menjadi wirausawan.…………………………………………………………………...12

 

BAB III

PENUTUP………………………………………………………………………………………19

A.Kesimpulan………………………………………………………………………………….19

B.Saran…………………………………………………………………………………………..20

DAFTAR PUSTAKA…………... ……………………………………………………….21

 BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

       Pada tahun 2015 mendatang indonesia akan dihadapkan oleh berbagai tantangan, tepat tanggal 31 desember 2015 ASEAN Economic Comunity resmi diterapkan di negara-negara ASEAN. Indonesia salah satunya .ASEAN (ASEAN Economic Community) merupakan salah satu keputusan Bali Concord II,  yang mensyaratkan sebelum 2015 Asia Tenggara akan menjadi satu pasar tunggal dan basis produksi.

       keberadaan AEC (Asean Economic Community) mampu membuka luas pasar arus eksport-import barang dan jasa ataupun investasi antarnegara ASEAN dimana permasalahan tarif dan non tarif tidak diberlakukan kembali. adanya kemudahan untuk bertransaksi antar negara di Asia Tenggara, dapat dijadikan peluang atau tantangan bagi perekonomian Indonesia. Berbagai tantangan dan peluang banyak ditemukan bagi Indonesia, namun hal ini perlu dipersiapkan dengan strategi agar masyarakat Indonesia bisa menanggulangi tantangan yang akan dihadapi nanti dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga dalam kepentingan perekonomian masyarakat Indonesia bisa meningkat dengan adanya AEC yang akan diselenggarakan tahun 2015. Memang hal ini sangat menuntut semua negara khususnya pemerintah Indonesia dalam melakukan langkah-langkah strategis agar tidak menjadi negara pemasaran bagi produk-produk luar negeri saja, dan negara lain lebih memilih untuk investasi di negara yang pelaksanaan usahanya sudah meningkat diantaranya Thailand, Malaysia, Vietnam dan Brunei Darussalam.Pada konteks perdagangan ASEAN tersebut, Indonesia justru menjadi potensi untuk dijadikan basis konsumsi terbesar di ASEAN, sebab dengan 241 juta jiwa lebih penduduk Indonesia dapat diartikan sebagai pasar yang sangat menggiurkan bagi semua pihak. ini akan menguntungkan bagi para pemilik modal dan memiliki daya produksi yang tinggi dan begitu pula sebaliknya akan menjadi bencana besar bagi negara yang tingkat produksinya dan daya daya saing yang rendah justru akan memicu permaslahan baru seperti ketidak sesuaian konsumsi. ini akan menjadi masalah apabila negara tidak mampu memproduksi barang atau jasa sendiri, kebebasan menuntuk masyarakat untu bergerak lebih cepat persaingan untuk mencari pekerjaan semakin tinggi karena persaingan bukan hanya dari negara sendiri melainkan dari seluruh negara ASEAN.

       Banyangkan seandanya diIndonesia tidakmampu menyerap tenaga kerja akan berapa banyak pengangguran yang berujung pada kemiskinan. padahal kemiskinan diindonesia saat ini merupakan permaslahan yang sulit untuk diatasi, seperti disampaikan pada rekomendasi konggres ke XXVIII jakarta pada tanggal 15 maret sampai 15 april tahun 2013 lalu bahawa “masalah kemiskinan merupakan persoalan yang tidak bisa dihilangkan seratus persen. sudah menjdi sunatulloh, bahwa dalam setiap masyarakat akan ditemukan orang yang berkecukupan dan kurang berkecukupan. tetapi persoalan kemiskinan diindonesia menjadi penting untuk memperoleh perhatian mengingat masalah ini telah berkembang diluar batas-batas prikemanusiaan, diluar sunatullah, karena indonesia dianugrahi begitu besar potensi berupa kekayaan alam, diluar sunatullah, kemiskinan terjadi dalam suatu masyarakat dengan populasi penduduk yang lebih beradab, tata cara yang islami, dimana seseorang berdasarkan keyakinan umat islam memiliki tanggung tanggungjawab yang besar terhadap persoalan yang dihadapi sesamanya, baik tata cara yang telah diatur oleh syariat seperti zakat, infaq dan sodaqoh, maupun berdasarkan naluri kemanusiaan untuk saling bantu-membantu. “

       Masalaha ini perlu mendapat perhatian lebih, bukan hanya pemerintah saja maelainkan semua pihak. solusi-solusi kreatif pun perlu dikembangkan untuk menyelesaiakn permasalahan ini. merubah paradikma yang berorientasi mencari kerja dirubah menjadi orientasi pada menciptakan lapangan kerja. apabila setiap indvidu memiliki memiliki orientasi demikian maka mental yang terbangun adalah mental wirausahawan dengan demikian tidak ada lagi maslah pengangguran dinegeri ini.

       Nabi muhammad SAW adalah teladan kita semua bagi kita umat islam, beliau merupakam seorang entepreuner sejati. hampir sebagian hidupmya sebelum menjadi utusan Allah SWT, rasuliloh Muhammad SAW adalah wirausahawan yang sukses. keteladanan beliau dalam berdagang menjadi contoh para sahabat menjadi wirausahawan bagi para sahabat. dalam catatan sejarah juga disebutkan bahawa Rosulloh mencapai puncak kesuksesan dalam bisnisnya yang luar biasa. kenapa tidak kita sebagai umatnya bukan hanya meneledani dalam hal ibadah ritus saja melainkan juga meneladani beliau dalam hal berbisnis. bukan tidak mungkin jika konsop ekonomi dan bisnis rasulloh juga sangat bisa diterapkan diera modern ini apalagi sebentar lagi kita dihadapkan oleh pasar bebas, persaingan akan semakin tinggi dan tingkat konsumsipin akan tinggi. dengan menjadi entepreuner selain memberi keutungan, juga memberikan manfaat bagi sesama dan berkah yang berlimpah dari Allah SWT. M.aka dari itu untuk menghadapi tantangan masyarakat ekonomi Asia kita harus mencotoh nabiyulloh kita Muhammad SAW sebagai entepreuner

.

  1. Rumusan Masalah

       Untuk menjawab tantangan dari adanya Masyarakat Ekonomi asia adalah dengan menjadi entepreuner, umat islam sudah memiliki teladan dalam entepreneurship yaitu nabi muhammad SAW, khususnya kader HMI dalam menhadapi dunia persaingan pasar bebas, maka berikut rumusan maslah yang hendak penulis kaji adalah:

  1. Apakah yang melatar belakang adanya Masyarakat Ekonomi Asia dan

     bagaimana bentuk perjanjianya?

  1. Apa Yang menjadi tantangan Masyarakat Indonesia dalam menyambut

     Masyarakat Ekonomi Asia?

  1. Solusi Yang ditawarkan oleh Kader HMI dalam menghadapi tantangan

     masyarakat Ekonomi Asia?

  1. Bagaimanakah Karakter pemimpin Yang memiliki Jiwa entepreneur?
  2. Bagaimanakah perjalanan nabi muhamad memulai menjadi wirausahawan

     (entepreuner)?

  1. Bagaimanakah strategi cara berbisnis nabi muhammad?
  1. Tujuan Penulisan

 

  1. untuk memenuhi syarat mengikuti Latihan Kader II HMI cabang Jombang
  2. menhetahui apa yang melatar belakang adanya Masyarakat Ekonomi Asia

       dan bagaimana bentuk perjanjianya?

  1. Mengetahui tantangan Masyarakat Indonesia dalam menyambut

       Masyarakat Ekonomi Asia?

  1. Memahami dan Menhhayati Solusi Yang ditawarkan oleh Kader HMI

       dalam menghadapi tantangan masyarakat Ekonomi Asia?

  1. Memahami Karakter pemimpin Yang memiliki Jiwa entepreneur?
  2. Mengetahui perjalanan nabi muhamad memulai menjadi wirausahawan

       (entepreuner)?

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Latar Belakang Adanya Masyarakat Ekonomi Asia

       Sebagai sebuah organisasi internasional ASEAN didirikan dengan latar belakang bagaimana menciptakan keamanan sekawasan ASIA TENGGARA (Regional security). Sebagai sebuah organisasi internasional yang bersifat regional ASEAN memandang perlu adanya kerjasama yang lebih erat (close cooperation) diantara negara-negara anggota ASEAN . Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun lebih ASEAN memandang bahwa kerjasama yang dilakukan diantara negara-negara sekawasan ASIA TENGGARA memerlukan intensitas peningkatan hubungan yang lebih baik.Gejolak-gejolak yang mengguncang dunia menjadi perhatian yang serius bagi ASEAN terkait juga dengan permasalah ekonomi internasional khususnya permasalahan keuangan global yang memicu terulangnya krisis ekonomi ditahun 1997 ASEAN Economic Community (AEC) merupakan konsep yang mulai digunakan dalam Declaration of ASEAN Concord II (Bali Concord II),Bali, Oktober 2003. AEC merupakan salah satu pilar perwujudan ASEAN Vision 2020, bersama-sama dengan ASEAN Security

       Community dan ASEANSocio-Culturan Community AEC merupakan tujuan akhir integrasi ekonomi seperti dicanangkan dalam ASEAN Vision 2020.”to create a stable, prosperuos and highly competitive ASEAN economic region in which there is a free flow of goods, services, investment, skilled labour, and a free flow of capital, equitable economic, development and reduced, poverty and socio-economic disparities in year 2020” Hal yang mendasar dari AEC 2015 adalah adanya sebuah keinginan dari para pemimpin ASEAN untuk mewujudkan pusat perdagangan kawasan terintegrasi sebagai wujud komitmen untuk menciptakan dan meningkatkan pembangunan komunitas ASEAN dalam menghadapi tantangan global. Konsep AEC ini dilandasi oleh empat pilar utama sebagai berikut ;Free movement of goods and services Konsep ini memungkinkan terjadinya pergerakan barang-barang dan jasa tanpa ada hambatan (pajak bea masuk, tarif, quota), yang merupakan bentuk lanjut dari kawasan perdagangan bebas (sebagaimana AFTA) dengan menghilangkan segala bentuk hambatan perdagangan (obstacles) yang tersisa. Freedom of movement for skilled and talented labours. Konsep ini dimaksudkan untuk mendorong terjadinya mobilitas tenaga kerja sesuai dengan tuntutan pasar dan memberi kesempatan kepada setiap pekerja untuk menemukan pekerjaan terbaik sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki. Freedom of establishment and provision of services and mutual recognition of diplomas. Konsep ini menjamin setiap warga negara ASEAN akan bebas membuka praktek layanan di setiap wilayah ASEAN tanpa ada diskriminasi kewarganegaraan.Free movement of capital. Konsep ini akan menjamin bahwa modal atau kapital akan bisa berpindah secara leluasa diantara negara-negara ASEAN, yang secara teoritis memungkinkan terjadinya penanaman modal secara bebas dan efisien.Pembentukan AEC tak lepas dari semakin meningkatnya kerjasama ekonomi antar negara dalam ASEAN. Tercatat sejak tahun 2003 perdagangan intra-ASEAN telah mengalami kenaikan volume secara terus menerus. Hal ini menjadi pemicu integrasi ekonomi yang lebih erat diantara negara-negara ASEAN.

 

  1. ASEAN Economic Communty(AEC) Blueprint (Kesepakatan MEA)

   2015

       Pada Pertemuan yang dilakukan oleh Menteri Ekonomi ASEAN yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia, sepakat untuk mengembangkan ASEAN Economic Community 2015 Blueprint yang merupakan panduan untuk terwujudnya AEC. AEC 2015 Blueprint merupakan pedoman bagi Negara-negara Anggota ASEAN untuk mencapai integrasi AEC 2015, dimana masing- masing negara berkewajiban untuk melaksanakan komitmen dalam Blueprint. AEC 2015 Blueprint memuat empat kerangka utama, yaitu: ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (Single Market and Production Base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas. ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (Competitive Economic Region), dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce.ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (Equitable Economic Development) dengan elemen pengembangan usaha kecil, dan menengah dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CLMV (Cambodia, Laos, Myanmar, dan Vietnam), dan ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global (Integration to the Global Economy) dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

 

  1. Tantangan bagi Indonesia dan masyarakat Indonesia dalam

     menghadapi MEA

Adapun beberapa persoalan mendasar yang masih dihadapi Indonesia dalam rangka menghadapi MEA 2015. Pertama, masih tingginya jumlah pengangguran terselubung (disguised unemployment). Kedua, rendahnya jumlah wirausahawan baru untuk mempercepat perluasan kesempatan kerja. Ketiga, pekerja Indonesia didominasi oleh pekerja tidak terdidik sehingga produktivitas mereka rendah. Keempat, meningkatnya jumlah pengangguran tenaga kerja terdidik, akibat ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Kelima, ketimpangan produktivitas tenaga kerja antar sektor ekonomi. Keenam, sektor informal mendominasi lapangan pekerjaan, dimana sektor ini belum mendapat perhatian optimal dari pemerintah. Ketujuh, pengangguran di Indonesia merupakan pengangguran tertinggi dari 10 negara anggota ASEAN, termasuk ketidaksiapan tenaga kerja terampil dalam menghadapi MEA 2015. Kedelapan, tuntutan pekerja terhadap upah minimum, tenaga kontrak, dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kesembilan, masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang banyak tersebar di luar negeri.

  1. Solusi Untuk Menggatasi tantangan MEA sebagai Kader HMI dan

     Khalifah dimuka bumi

 

       Dari kesembilan tantangan atau ancaman bagi indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia adalah minimnya wirausahawan yang berdampak pada angka pencari kerja lebih banyak dari pada angka lapangan pekerja. oleh karenya tidak jarang banyak pengangguran lantaran tenaga kerja tidak bisa diserap oleh intansi ataupun perusahaan. minimnya angka wirusahawan (entepreuner) dan lapangan pekerjaan membuat para stackholder bertindak semena-mena terhadap tenaga kerja, maka tidak jarang perusahaan memberikan upah tenaga kerja seenaknya sendiri. jika ini tetap dipelihara akan berapa banyak penganguran dan kemiskinan diindonesia pasca pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asia. oleh karenya perlu adanya upaya dari masyarakat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi MEA, dengan menjadi entepreuner atau berwirausaha akan memberikan jaminan solusi yang dapat diterapkan. semakin banyak orang yang berwirausaha maka akan semakin sedikit pencari tenaga kerja, dan akan semakin banyak menyerap pekerja, berkurang angka kemiskinan dan pengangguran.

HMI adalah salah satu organisasi pengkaderan terbesar diindonesia jumlah kadernya tersebar dari sanang hingga mereuke yang memiliki tujuan “Terbinanya insan akademis pencipta, pengapdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.” arah tujuan pengkaderan. tujuan ini memiliki arahan yang membimbing dalam bentuk bergerak menuju kesuatu tujuan. arah juga dapat diartikan sebagai pedoman yang dapat dijadikan patokan dalam mencapai tujuan.

Arahan pengkaderan adalah suatu pedoman yang dijadikan petunjuk untuk menuntun yang menggambarkan arah yang harus dituju dalam seluruh proses pengkaderan HMI, tujuan HMI adalah tujuan umum umum yang hendak dicapai, oleh karena itu tujuan HMI merupakan titik sentral dan garis arah setiap kegiatan pengkaderan, maka itu merupakan ukuran atau norma dari semua kegiatan HMI.

Bagi anggota HMI merupakan titik pertemuan persamaan kepentingan yang paling pokok dari seluruh anggota organisasi. oleh karenanya peranan anggota dalam pencapaian tujuan organisasi adalah sangat besar dan menentukan. target dari arah pengkaderan itu sendiri adalah Terciptanya kader muslim-intelektual-profesional yang berahlakul karimah serta mampu mengemban amanah Allah sebagai khalifah fill ardh dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

kader HMI dimasa yang akan mendatang harapanya memiliki landasan-landasan, pola dasar arah pengkaderan , maka aktivitas pengkaderan HMI diarahkan dalam rangka membentuk kader HMI Muslim-Intelektual-Profesional yang dalam aktualisasi peranannya berusaha menstransformasikan nilai-nilai keislaman yang memiliki kekuatan pembebasan (liberation force).

aspek-aspek yang ditekankan dalam usaha pelaksanaan kaderisasi tersebut ditujukan kepada :

  1. Pembentukan Integritas watak dan kepribadian

yakni kepribadian yang terbentuk sebagai pribadi muslim yang menyadari tanggungjawab kekhalifahanya dimuka bumi sehingga citra ahlakul karimah senantiasa tercermin dalam pola pikir, sikap dan perbuatanya.

  1. Pengembangan kualitas intelektual

yakni segala usaha pembinaan yang mengarah kepada pengusaan dan pengembangan ilmu (sains) pengetahuan (knowlage) yang senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai islam.

  1. Pengembangan kemampuan profesional

yakni segala usaha yang mengarah kepada peningkatan kemampuan menstransformasikan ilmu pengetahuan kedalam perbuatan nyata sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya secara konseotual, sistematis dan praksis untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal sebagai perwujudan amal saleh.

4.Pembentukan Karakter kemandirian

yakni segala usaha kepribadian mandiri dalam mewujudkan kader yang kreatif dan inovatif yang senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai islam.

Usaha mewujudkan keempat aspek yang harus terintegritas secara utuh sehingga kader HMI benar-benar lahir menjadi pribadi dan kader Muslim-Intelektual-Profesional, yang mampu menjawab tuntutan perwujudan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

selain itu HMI dirasa sudah mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia 2015 mendatang karena dengan beberapa lembaga keprofesian yang dimilikinya. Lembaga ini merupakan Dhrma bhakti kemayarakatan dalam proses pembangunan bangsa dan negara sebagaimana dalam unsur-unsur pokok esensi kepribadian HMI yang meliputi; Tauhid, dasar keseimbangan, kreatif, dinamis,pemersatu, progresif dan pembeharu.

Adapun Jenis dari lembaga pengembangan profesi adalah Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam.

dari penjabaran diatas Kader HMI selain memiliki tanggung jawabnya sebagai Mahasiswa, Muslim dan bangsa Indonesia memiliki tanggungjwab penuh dengan terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Alloh SWT, tentunga bukan sekedar isapan jempol semata melainkan memmerlukan mental dan proses yang panjang, kader HMI dituntut harus mandiri artinya tidak tergantung pada siapa dan apupun kecuali kepada Allah semata, bukan hanya sekedar berfikir kratif dan inovatif saja adan tetapi menjadi transformer yang kreatif dan inovatif dan memiliki mental pencipta mengsilkan sesuatu, pencita lapangan pekerjaan atau berwirausa. sebagai   Kader HMI dan seorangmuslim bukan tidak mungkin menjadikan al-qur’an dan as shunah sebagai dari sumber ajaranya. islam mengatur segala problematiaka kehudupan manusia dimuka bumi ini, begitu pula dengan wirausaha, rasulluloh Muhammad SAW adalah sumber Inspirasi kader HmI sebagai wirausahawan yang sukses.

  1. Islam sebagai landasan untuk menjadi Manusia yang Mampu

       Dalam pandangan islam, kekayaan dan peningkatanya merupakan suatu tujuan yang penting, namun bukan tujuan ahir, melainkan sekedar tujuan antara. kekayaan bukanlah tujuan pokok atau sasaran utama manusia dimuka bumi, melainkan sarana bagi seorang muslim dalam menjalankan peranya sebagai seorang khalifah, dimana wajib memanfaatkan kekayaan tersebut demi mengembangkan potensi manusia dan meningkatkan kemanusiaan manusia disegala bidang, baik moral maupun material. jadi meningkatkan kekayaan demi realisasi tujuan utama manusia sebagai khalifah dimuka bumi adalah sarana terbaik bagi ahirat. Tiada kebaikan bagi seorang yang tidak berjuang mendapatkanya.Dalam hal ini, orang yang mengabaikan dan meninggalkan dunia tidak masuk dalam naungan islam. sedangkan orang yang berjuang meningkatkan kekayaan demi kekayaan itu sendiri dan menjadikanya itu sebagai tujuan utama hidupnyasehingga dia disibukan dengan hal demikian, dalam kasus ini kekayaan menjadi puncak dan sumber utama dalam setiap kesalahan dan perbuatan dosa. Keadaan inilah yang membuat manusia menjauh dari tuhanya yang maha memberi rezeki dan hal ini meski dijauhi.

       Islam ingin agar seorang muslim berjuang meningkatkan kekayaan, menjadi tuan bagi kekayaan itu, dan beroleh manfaat darinya.Islam tidak ingin seorang muslim menjadi budak hartanya dan melupakan tujuan sesungguhnya.

       Islam tidak mengakui kekayaan dengan cara-cara peningkatannya yang menjadi hijab (pemisah) antara serang muslim dan tuhanya yang maha mencukupi kebutuhan-kekayaan yang membuatnya melupakan hasrat spiritualnya, melupakan misi besar untuk mewujudkan serta memelihara keadilan dimuka bumi, dan mengikatnya dengan bumi. sedangkan kekayaan dengan cara-cara peningkatanya yang menghubungkan seorang muslim dengan tuhanya yang maha memberi karunia, membuat bisa beribadah dengan tenang dan nyaman : membuatnya bisa memanfaatka, mengembangkan serta menyempurnakan segala bakat dan potensiny, juga membantunya dalam mewujudkan cita-cita keadilan, persaudaraan dan kehormatan. inilah tujuan yang islam bebankan kepada setiap muslim.

  1. F. Karakter yang harus dimiliki seorang entepreuner

       Rosulullah Muhammad SAW adalah inspirasi bagi kita semua dalam kehidupan seharihari, tak terkecuali karakter beliau dalam bidang wira usaha yaitu antara lain:

  • Memiliki niat yang kuat dan tak ada kata menyerah dalam menghadapi

       tantangan.(commitment)

  • Percaya diri, Memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dan berani

       menghadapi risiko.(confidence)

  • sangat perhatian dalam segala hal, walaupun hal-hal kecil.(care)
  • Tidak puas dengan apa yang ada, selalu mencari terobosan baru.( creative)
  • Tidak Melihat masalah atau kendala sebagai hambatan, tetapi melihatnya

       sebagai persyaratan untuk maju (chalange)

  • Setiap tindakan atau keputusan didasarkan pada pertimbangan dan

       perhitungan yang objektif, yang didukung oleh nalar dan faktual

       (calculation).

  • Selalu menjalin komunikasi, mengembangkan jaringan informasi yang

       memperbanyak jaringan (net working).(communication)

  • senang berkompetisi, karena dengan berkompetisi dapat mengetahui

       perkembangan usahanya, dan belajar saat posisi lemah dan posisi sudah

       kuat (commpetitioness).

  • Tidak takut terhadap perubahan dan bahkan memiliki semangat untuk

       merubah, karena dia sadar tidak ada yang abadi dengan segala sesuatu

     perubahan dan mengalir (change).


  1. Perjalanan dagang Nabi Muhammad SAW semasa dari kecil hingga menjadi wirausawan sukses

       Nabi Muhammad SAW memiliki pengalaman yang pahit dengan terlahir sebagai anak yatim. ayahnya Abdulloh bin Abdul Muthalib, meninggal ketika Muhammad masih dalam kandungan ibunya. beliau sempat mempunyai pengalaman yang menyenangkan ketika disuruh oleh Halimah. stelah sempat hidup berbahagia bersama ibunya, Muhammad kecil menjadi yatim-piatu ketika berumur 6 tahun. kemudian beliau diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib dan setelah wafat dilanjutkan oleh pamanya Abu Thalib , sayangnya Abu Thalib anak Abdul Muthalib yang paling sederhana hidupnya sehingga tidak jarang muhammad kecil harus membantu ekonomi keluarga sang paman dengan bekerja “serabutan” kepada penduduk mekkah. pengalaman masa kecil seperti inilah yang menjadi modal psikologis seorang wirausahawan dikemudian hari.

Pekerjaan menggembara ternak merupakan pekerjaan yang umum dilakukan oleh para nab dan rasul, seperti musa, Daud dan Isa alaihisalam. Menurut catatn sejarah, dimasa kecil Muhammad SAW pernah mengembala ternak penduduk mekkah. Muhammad SAW pernah mengtakan “semua nabi pernah menggembala ternak,” sahabat bertanya,” bagaimana dengan anda wahai Rasulloh?” Beliau menjawab “ Aku dulu mengembala kambing penduduk mekkah dengan upah beberapa qirath1.”pekerjaan mengembala ternak merupakan pekerjaan yang membutuhkan leadership dan manajemen yang baik. para pengembala harus mampu mengarahkan ternaknya kepadang gembalaan yang subur dengan rumput menghijau. disamping itu, mereka juga harus mampu mengendalikan hewan ternaknya agar tidak tersesat. Mereka juga harus melindungi ternaknya dari berbagai gangguan seperti dari hewan pemangsa dan para pencuri. Ini merupakan bentuk fungsi kepemimpinan dan managemen. Mungkin latar belakang demikian sudah digariskan oleh Allah SWT kepada calon rosul yang akan mengemban risalah kenabian dan memimpin umat.

       Pada proses pengembalaan ternak ini. maka mempunyai banyak waktu untuk melakukan perenungan tentang berbagai hal. misalnya tentang masyarakat disekitarnya, tentang alam dan tentang tuhan. mungkin bukan suatu kebetulan kalau kitab-kitab suci diturukan Allah SWT kepada rasul dangan latar belakang pengembala seperti ini.

       Latar balakang kecil seperti ini tentunya sangat berpengaruh dalam membentuk jiwa kewirausahaan yang Muhammad SAW pilih sebagai profesi dikemudian hari. Latar belakang ini pila yang mungkin membuat beliau menjadi seorang pemimpin yang ideal dan pempunyai kepedulian yang tinggi terhadap orang yang kurang beruntung, seperti anak yatim dan orang-orang miskin.

       Pada usia 12 tahun, Nabi Mumammad SAW diajak oleh pamanya berdagang k syiria yang berjarak ribuan kilometer dari kota mekkah. perjalanan yang begitu jauh yang ditempuh oleh anak usia 12 tahun tanpa menggunakan kendaraan. sepulangnya dari syiria beliau sangat sering mengadakan bisnis sampai beliau dikenal di Jazirah Arab sebagai seorang pengusaha muda yang sukses

       Nabi Muhammad SAW dikenal dalam dunia bisnis dilaporkan antara lain oleh Muhaddits Abdul Razzaq. Ketika mencapai usia dewasa beliau memilih perkerjaan sebagai pedagang/wirausaha. Pada saat belum memiliki modal, beliau menjadi manajer perdagangan para investor (shohibul mal) berdasarkan bagi hasil. Seorang investor besar Makkah, Khadijah, mengangkatnya sebagai manajer ke pusat perdagangan Habshah di Yaman. Kecakapannya sebagai wirausaha telah mendatangkan keuntungan besar baginya dan investornya.Tidak satu pun jenis bisnis yang ia tangani mendapat kerugian. Ia juga empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syiria, Jorash, dan Bahrain di sebelah timur Semenanjung Arab.

       Sebelum menjadi mudharib (fund manager) dari harta Khadijah, ia kerap melakukan lawatan bisnis, seperti ke kota Busrah di Syiria dan Yaman. Dalam Sirah Halabiyah dikisahkan, ia sempat melakukan empat lawatan dagang untuk Khadijah, dua ke Habsyah dan dua lagi ke Jorasy, serta ke Yaman bersama Maisarah. Ia juga melakukan beberapa perlawatan ke Bahrain dan Abisinia. Perjalanan dagang ke Syiria adalah perjalanan atas nama Khadijah yang kelima, di samping perjalanannya sendiri- yang keenam-termasuk perjalanan yang dilakukan bersama pamannya ketika Nabi berusia 12 tahun.

       Di pertengahan usia 30-an, ia banyak terlibat dalam bidang perdagangan seperti kebanyakan pedagang-pedagang lainnya. Tiga dari perjalanan dagang Nabi setelah menikah, telah dicatat dalam sejarah: pertama, perjalanan dagang ke Yaman, kedua, ke Najd, dan ketiga ke Najran. Diceritakan juga bahwa di samping perjalanan-perjalanan tersebut, Nabi terlibat dalam urusan dagang yang besar, selama musim-musim haji, di festival dagang Ukaz dan Dzul Majaz. Sedangkan musim lain, Nabi sibuk mengurus perdagangan grosir pasar-pasar kota Makkah. Dalam menjalankan bisnisnya Nabi Muhammad SAW jelas menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang jitu dan handal sehingga bisnisnya tetap untung dan tidak pernah merugi.

       Kesuksesan Nabi Muhammad SAW ternyata bisa menghasilkan berbisnis tanpa meninggalkan, mengabaikan atau tanpa melakukan kompromi dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan amanah. Strateginya juga ternyata sebagai refleksi dari 4 sifat utama beliau yaituSiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah.

       Rasulullah SAW berbisnis tanpa memiliki modal dan tanpa memiliki koneksi. Dalam kondisi demikian Nabi Muhammad SAW memulai bisnisnya dengan dagang bukan produksi. Dalam hadits disebutkan bahwa ada 10 sumber penghasilan, 9 diantaranya adalah dagang. Inti dagang menurut Ibnu Khaldun adalah mengetahui dimana beli yang murah, dan jual yang mahal. Memang beliau ikut pamannya Abu Thalib tapi Abu Thalib bukanlah seorang konglomerat, melainkan sebagai pedagang dengan resource yang sangat terbatas. Sehingga dari kondisi ini Rasulullah memulai bisnisnya dengan dagang. Sebenarnya sebelum hal ini, yang pertama kali Rasul lakukan adalah mengalahkan diri sendiri (Mujahadah). Dalam istilah bisnis ini disebut dengan menembus mental blocking. Dalam usia relatif muda, 12 tahun beliau tidak memiliki lagi mental blocking.

       Rasul SAW mulai masuk sektor produksi ketika berada di Madinah. Iklim di Madinah waktu itu adalah kecurangan timbangan. Kemudian Rasulullah malah menyuruh untuk sedikit melebihkannya. Walaupun margin per transaksinya kecil tepi sales volumenya besar. Sehingga akhirnya rasulullah dapat menguasai pasar. Pelajaran yang dapat kita petik adalah bahwa Rasulullah tidak membalas kecurangan dengan kecurangan. Dengan kata lain penipuan dihadapi dengan sedekah.

  1. Strategi dagang Nabi Muhammad SAW
  2. Strategi Bisnis

Strategi bisnis yang dijalankan Rasulullah SAW. meliputi strategi operasi, strategi pemasaran, strategi sumberdaya manusia, dan strategi keuangan.

  1. Strategi Operasi

Strategi operasi merupakan strategi untuk mengubah masukan (bahan baku, bahan pendukung, mesin manusia) menjadi keluaran yang bernilai. Strategi operasi harus dikoordinasi dengan strategi pemasaran, strategi sumberdaya manusia dan strategi keuangan. Strategi operasi berkait dengan fasilitas dan peralatan, sumberdaya dan perencanaan dan pengendalian operasi.

  1. Perilaku Yang Baik
  2. Mengutamakan Produktivitas
  3. Menggunakan Keahlian
  4. Memberdayakan Sumberdaya
  5. Strategi Sumberdaya Manusia.

Strategi pengembangan sumberdaya manusia yang dilakukan Nabi Muhammad S.A.W. meliputi merencanakan dan menarik sumberdaya manusia yang berkualitas, mengembangkan sumberdaya manusia agar berkualitas, menilai kinerja sumberdaya manusia, memberikan motivasi dan memelihara sumberdaya manusia yang berkualitas.

  1. Perencanaan Sumberdaya Manusia

Perencanaan sumberdaya manusia yang dilakukan Nabi Muhammad s.a.w. mengacu pada Al Qur’an untuk menjadikan orang berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi bantuan, melarang kemungkaran, kekejian dan permusuhan.

  1. Penarikan Sumberdaya Yang Berkualitas

sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka dapat menyeleksi orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada dan menyesuaikan seseorang dengan jabatan yang akan dipegangnya, berdasarkan pada kebutuhan jabatan dan pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, preferensi dan kepribadian karyawan tersebut. Kriteria sumberdaya manusia yang dibutuhkan adalah yang kuat dan dapat dipercaya.

  1. Pengembangan sumberdaya manusia

Pengembangan sumberdaya manusia merupakan usaha yang sengaja dilakukan untuk meningkatkan kinerja sekarang dan yang akan datang dengan meningkatkan kemampuan. Kegiatan pengembangan untuk mempersiapkan para karyawan untuk kemajuan karir dikemudian hari, bahkan bila hal tersebut belum diidentifikasi. Kegiatan pengembangan juga menjamin bahwa para karyawan memenuhi syarat untuk posisi yang mereka cita-citakan.

  1. Penilaian Kinerja Sumberdaya Manusia

Penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem yang mengukur, menilai dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku dan hasil yang dikerjakannya.Manusia yang paling baik kinerjanya di sisi Allah adalah orang yang bertakwa.

  1. Kompensasi

Sistem kompensasi terdiri dari kompensasi finansial dan kompensasi nonfinansial. Kompensasi moneter melibatkan penilaian kontribusi karyawan guna membagikan kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung secara wajar dan adil. Kompensasi finansial mempunyai tujuan untuk menarik pelamar kerja yang potensial, mempertahankan karyawan yang berkualitas, meraih keunggulan kompetitif, meningkatkan produktivitas, memudahkan sasaran strategis, menentukan dan mengokohkan struktur organisasi dan melakukan pembayaran sesuai aturan hukum. Kompensasi finansial terdiri dari kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung.

  1. Pemeliharaan SDM

Pemeliharaan sumberdaya manusia meliputi hubungan antar manusia, keselamatan dan kesehatan kerja. Hubungan antar manusia tersebut antara lain saling mencintai, memberi salam, menjaga kehormatan, menghormati kepada yang lebih tua dan rendah hati, wajah yang berseri, memberi pertolongan, bercermin pada diri sendiri, mendamaikan yang berselisih, menutup cela orang lain, dekat dengan orang kecil, suka memberi rasa gembira, suka menjenguk orang sakit, tidak menyakiti, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk kepada kondisi fisiologis-fisik dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan.

  1. Strategi Keuangan Nabi Muhammad SAW.

Strategi keuangan Nabi Muhammad SAW. bertujuan pemanfaatan sumberdaya keuangan untuk mendukung bisnis, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Strategi keuangan ini mencakup penghapusan riba, spekulasi (gharar) dan perjudian (maisir) dalam semua transaksi, peningkatan kekayaan dan pemerataan distribusi pendapatan serta pencapaian masyarakat yang sejahtera dibawah perlindungan Allah SWT. Prinsip transaksi bisnis tersebut meliputi prinsip bagi hasil, prinsip jual beli, prinsip kepercayaan, prinsip sewa dan prinsip kebajikan.

  1. Prinsip Bagi Hasil

yaitu dengan Musyarakah (Syirkah) (kemitraan dua orang atau lebih), Mudharabah (kontrak antara dua pihak,), Muzara’ah atau kerjasama antara orang yang mempunyai tanah yang subur untuk ditanami dengan orang yang mempunyai ternak dan mampu untuk menggarapnya, imbalannya berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak atau prosentase dari hasil panen yang telah ditentukan, dan Musaqah atau kerjasama antara orang yang memiliki tanah yang ditanami pohon menghasilkan buah-buahan dengan orang yang mampu memelihara (menyirami) pohon tersebut dengan imbalan orang yang memelihara tersebut mendapat imbalan sesuai dengan kesepakatan dari hasil panen,

  1. Prinsip Jual Beli

Yaitu dengan prinsip murabahah atau menjual dengan modal asli bersama tambahan keuntungan yang jelas, dengan salam atau salaf yaitu jual beli terhadap satu barang yang digambarkan dan dalam kepemilikan dengan pembayaran tunai dalam perjanjian, tetapi penyerahanbarangnya tertunda, Istishna’ (Pemesanan) dan Syuf’ah yaitu hak membeli bagian dari rumah atau yang dipunyai oleh dua orang yang bersekutu.

  1. Prinsip Kepercayaan

prinsip kepercayaan meliputi Wakalah (menjadikan orang lain sebagai wakil dalam melakukan setiap pekerjaan, misalnya memungut zakat, melunasi utang, membeli barang, membayar budak dan sebagainya.), kafalah atau jaminan yang diberikan oleh orang mampu kepada orang yang memberikan utang, karena orang yang diberi utang tersebut tidak mampu membayarnya, hawalah atau pengalihan hutang dari orang yang berhutang kepada orang lain untuk menanggung hutangnya, dan Rahn (Gadai)

  1. Prinsip Sewa

prinsip sewa yang dilakukan oleh rasululah adalah dengan ijarah yaitu perjanjian untuk mendapatkan manfaat dari pembayaran. Orang yang menyewakan barang disebut musta’jir dan yangmembayar sewa disebut mu’jar

  1. Prinsip Kesejahteraan Sosial

yaitu dengan Qardh atau memberikan pinjaman kepada orang lain dengan syarat pihak peminjam mengembalikan gantinya, dengan waqaf atau menahan harta yang dapat dimanfaatkan untuk jalan kebaikan demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Waqaf terdiri dari dua macam, yaitu waqah ahli dan waqaf khairi.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

       Hal yang mendasar dari AEC 2015 adalah adanya sebuah keinginan dari para pemimpin ASEAN untuk mewujudkan pusat perdagangan kawasan terintegrasi sebagai wujud komitmen untuk menciptakan dan meningkatkan pembangunan komunitas ASEAN dalam menghadapi tantangan global. Konsep AEC ini dilandasi oleh empat pilar utama sebagai berikut ; pergerakan barang-barang dan jasa tanpa ada hambatan (pajak bea masuk, tarif, quota) (Free movement of goods and services), mendorong terjadinya mobilitas tenaga kerja sesuai dengan tuntutan pasar dan memberi kesempatan kepada setiap pekerja untuk menemukan pekerjaan terbaik sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki (Freedom of movement for skilled and talented labours), akan bebas membuka praktek layanan di setiap wilayah ASEAN tanpa ada diskriminasi kewarganegaraan. (Freedom of establishment and provision of services and mutual recognition of diplomas) dan bisa berpindah secara leluasa diantara negara-negara ASEAN (Free movement of capital).

       Isi perjanjia dari AEC atau MEA adalah dimana masing- masing negara berkewajiban untuk melaksanakan komitmen dalam Blueprint. AEC 2015 Blueprint memuat empat kerangka utama, yaitu: ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (Single Market and Production Base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas. ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (Competitive Economic Region), dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce.ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (Equitable Economic Development) dengan elemen pengembangan usaha kecil, dan menengah dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CLMV (Cambodia, Laos, Myanmar, dan Vietnam), dan ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global (Integration to the Global Economy) dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

Salah satu Tantangan bagi Indonesia dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA adalah adalah minimnya wirausahawan, ini yang menjadi maslah tinggimya angka pengangguran di Indonesia.

Kader HMI memiliki landasan-landasan, pola dasar arah pengkaderan , maka aktivitas pengkaderan HMI diarahkan dalam rangka membentuk kader HMI Muslim-Intelektual-Profesional yang dalam aktualisasi peranannya berusaha menstransformasikan nilai-nilai keislaman yang memiliki kekuatan pembebasan (liberation force).

Aspek-aspek kaderisasi yang memiliki Integritas watak dan kepribadian, kwalitas intelektual yang mumpuni, memiliki kemampuan profesional dan memiliki karakter Mandiri mampu menciptakan Lapangan Pekerjaan Sebagai Wirausaha mencontoh Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar spiritnya saja melainkan memahami stategi yang dilakuakn oleh Rasullah dalam mengelola bisnisnya. inspirasi melakukan perjuangan demi terwujudnya masyarakat adil makmur, selain itu juga adanya Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam sebagai sarana Dharma Bhakti Masyarakat untuk mengembangkan potensi sesuai dengan disiplin keilmuan.

Dengan menanamkan mental wirausahawan kader HMI mampu menyambut Pasar Bebas atau AEC pada tahun 2015 mendatang, MEA atau AEC bukan tantangan yang menakutkan jika kader HMI mampu mengamalkan tujuan dan Nilai-nilai HMI.

  1. Saran

Asean Economic Comunity (AEC) tantangan yang harus dihadapi, siap atau tidak siap itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh bangsa ini terkhusus bagi kader HMI. HMI memiliki Lembaga Profesi yang sangat menunjang profesi dan memiliki tuhuan yang sangat baik, bukan tidak mungkin jika Lembaga profesi diberikan perhatian khusus, selain itu juga Pengurus Besar HMI agenda khusus untuk meningkatkan semangat wirausahawan kader HMI dan menjadi wirausahawan-wirausahawan.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M.Ma’ruf. 2012.Managemen Berbasis Syariah.Yogyakarta;Aswaja Presindo.

Antoni,Muhammad Syafii.2007.Muhammad SAW The Super Leader and Super Manager.Jakarta;Tazkia MultiMedia.

Ash Shadir, Muhammad Baqir.2008.Buku Induk Ekonomi Islam.Jakarta;Zahra Publising House.

Hasil-hasil Kongres Himpunan Mahasiswa Islam ke XXVIII.2013. Jakarta.HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM..

Abbaasi.M..,K.W. Hollman dan J.H. Murray, 1990. Islamic Economics: Foundations and Practices. International Journal of Social Economics. Vol. V.

Wangke,Humphrey.2014. Peluang Indonesia Dalam Masyarakat Ekonomi Asean 2015.Jurnal Nasional.Vol. VI, No. 10/II/P3DI/Mei/2014

http://elearning.amikom.ac.id/index.php/karya/519/M.M. Suyanto, Prof. Dr, M.M. Strategi Bisnis Nabi Muhammad S.A.W .Journal asional. diakses Minggu 23 Nov2014.PKL.22.00

http://www.library.upnvj.ac.id/pdf. ASEAN Economic Community (Aec) 2015. diakses Minggu.23 Nov 2014.PKL.22.00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s