PERUBAHAN TRADISI GERAKAN KEMAHASISWAAN KE DALAM KHITAH PERJUANGAN; Dari Utopia ke Realita*

Posted: April 26, 2015 in Ke-HMI-an
Tag:

Peranan dunia pergerakan dalam dimensi kemahasiswaaan pada satu dekade terakhir ini seolah tidak mempunyai arti yang cukup significant. Organisasi kemahasiswaan sudah terjebak pada rutinitas aktifitas organisasi yang mengarah pada “kejumudan” gerakan yang kemudian hanya mampu bernostalgia dengan kejayaannya pada era-era sebelumnya, tanpa mampu melakukan suatu gebrakan baru sebagai instrument kemajuan dunia kemahasiswaan, keumatan dan kebangsaan.

Gerakan mahasiswa lahir dari kondisi yang dihadapi masyarakat yang dipandang tidak sesuai dengan cita-cita negara dan harapan masyarakat Gerakan mahasiswa merespon berbagai situasi dan kondisi tersebut atas dasar kesadaran moral, tanggung jawab intelektual dan pengabdian sosial. Situasi global, sering menjadi faktor yang memicu dan mematangkan kekuatan aksi mahasiswa. Gerakan mahasiswa muncul sebagai pelopor dari aksi perlawanan yang memicu tampilnya dukungan serta aksi-aksi sejenis dari unsur-unsur kekuatan aksi mahasiswa Model gerakan mahasiswa-khususnya yang terorganisir dan radikal- umumnya diilhami atau dilandasi oleh ideologi atau keyakinan terhadap sistem nilai tertentu. Ideologi yang dianut biasanya antitesa dari ideologi kemapanan yang dianut negara Dalam eskalasi gerakan, kekuatan mahasiswa akhirnya harus beraliansi dengan unsur-unsur kekuatan lain, hingga tujuan perjuangannya tercapai.

Sekarang ini, kita mesti berpikir lebih cerdas dan bekerja lebih keras untuk membuat babak baru bagi dunia kemahasiswaan yang jauh lebih baik dari masa lalu. Kondisi umum dalam dunia kemahasiswaan sekarang ini jauh lebih kompleks, sehingga kita membutuhkan strategi dan taktik yang jauh lebih visionable, up todate, realistis-rasional, dan menjamin kebutuhan dasar dari kemajuan dunia kemahasiswaan untuk umat dan bangsa. Prasyarat utama dari perubahan ini adalah adanya political will dari seluruh gerakan kemahasiswaan terutama dalam membuat sistem baru yang lebih adaptif dengan keadaan internal dan eksternal dunia kemahasiswaan, dan tersedianya kualitas SDM para kader gerakan yang memikul tanggungjawab serta akan berperan aktif progressif dalam menjalankan program perubahan tersebut.

Lantas apa yang mesti kita upayakan dan lakukan bersama ? ingat “bersama”, sebagai satu kesatuan dalam wadah gerakan kemahasiswaan. Kami mencoba memberikan beberapa pointers yang patut kita lakukan untuk merubah paradigma gerakan:

Dari Tradisi Lisan ke Tradisi Tulisan

Terjadinya perubahan dalam perilaku organisasi dan gerakan kemahasiswaan pada umumnya, dengan sekuat tenaga dan usaha untuk mencoba menyeimbangkan tradisi lisannya dengan tradisi tulisan, yang secara langsung atau tidak, akan memicu perubahan tradisi menuju ke arah yang lebih baik. Kita harus berkaca pada sejarah, kebudayaan Yunani dan Islam masih tetap dikenang dan dielu-elukan oleh masyarakat disebabkan mereka mewariskan tradisi tulisannya kepada generasi berikutnya. Mampukah kita?

Dari Konservatisme ke Progressif Revolusioner

Kejumudan biasanya lebih banyak disebabkan oleh sikap-sikap taklid buta yang tanpa disadari merasuki pikiran dan perasaan kita, sehingga memunculkan suatu sikap yang enggan untuk berbeda atau berubah. Padahal Islam mengajarkan pada kita untuk berani berijtihad. Aktifitas organisasi bukanlah aqidah agama, maka berbeda atau berubah merupakan suatu keharusan agar kita mampu survival dalam kancah gerakan kemahasiswaan. Mentalitas progressif revolusioner sangatlah penting artinya untuk suatu perubahan dan perombakan mendasar, karenanya dibutuhkan keberanian dan kematangan untuk melangkahkan kaki menuju perubahan. Sikap seperti itu akan sangat berkorelasi dengan perkembangan intern dan ekstern pada dunia kemahasiswan, sehingga melahirkan aktifitas yang sesuai dengan perkembangan kekinian.

Dari Sektoral ke kesatuan gerakan

Desentralisasi yang selama ini dijalankan dalam roda organisasi pergerakan kemahasiswaan melahirkan ekses yang kurang baik (meskipun pada tingkat yang relatif kecil). Kurang tertanamnya sikap mental kesatuan gerakan kemahasiswaan yang hanya menjunjung tinggi symbol-simbol sektoral gerakan masing-masing membuat dunia kemahasiswaan saat ini tidak mampu merspon berbagai fenomena perubahan secara sistematis, gradual dan terukur. Fenomesa terbesar yang akan kita hadapi bersama adalah MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada akhir tahun 2015, yang seharusnya seluruh elemen gerakan kemahasiswaan sudah rampung dengan persoalan kesetaraan dan perbedaan, karena lawan kita datang dari negeri seberang. Hal itu mesti dirubah dengan membuat suatu system baru yang dilandasi oleh rasa kebersamaan dan kasatuan, membentuk kekuatan besar dengan tanpa mengurangi hak-hak gerakan-gerakan untuk mengekspresikan potensinya.

Mahasiswa islam yang terkesan melempem atau melenceng dari khitah perjuangan harus dikembalikan, perjuangan yang terkesan melawan menurut tabiat atau cirinya sendiri-sendiri akan selalu bersifat jangka pendek, sedangkan perjuangan membangun akan bersifat jangka panjang dengan garis kontinu dan terus berkembang. Salah satu wadah peta gerak mahasiswa atau jalur perjuangan mahasiswa jangka panjang yaitu melalui Reformasi, Bertahap/Gradual, Semua sektor, Proses demokratisasi

Hal-hal di atas hanya merupakan sedikit dari banyaknya persoalan yang mesti dibenahi dan dilakukan perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang mutlak terjadi di dunia ini, sedangkan penyikapan secara matang, arif dan bijaksana dilandasi oleh pemikiran yang realistis dan rasional merupakan suatu keharusan jika kita tidak ingin ketinggalan atau bahkan hancur.Lambat dalam melakukan respon perubahan kebangsaan akan menyeret manusia-manusia indonesia dalam kubangan lumpur kejumudan tanpa kesudahan dan harapan. Namun respon yang dilakukan gerakan kemahasiswaan saat ini sudah semestinya didasarkan atas ketajaman analisis dan daya proyeksi yang matang sehingga akan membawa pada wajah Bangsa baru yang lebih hebat. Manusia wajib berikhtiar (berproses), sedangkan segala sesuatu hanya ALLAH SWT yang berkehendak. Semoga ikhtiar kita untuk berubah menjadi nilai amalan yang baik dimata ALLAH SWT. Amien.

*TOR Pelantikan Kepengurusan HMI Kom. Ahmad Dahlan I & II Periode 2015-2016

Komentar
  1. hmikomad1 mengatakan:

    Mantab Kanda… Yakusa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s