MISSION HMI

Posted: Maret 16, 2016 in Intelegensia Muslim, Ke-HMI-an, Keorganisasian

MISSION HMI[1]

Menegaskan kembali Hakikat Keberadaan HMI
dalam dinamika Ke-Islaman, Ke-Mahaisiswaan dan Ke-Indonesiaan
oleh Rayinda Dwi Prayogi[2]

“ Dan hendaklah ada di antara kamu sekelompok umat yang menyeru kepada keutamaan,
menyuruh kepada yang baik (ma’ruf) dan mencegah yang buruk (munkar),
merekalah orang-orang yang menang (falah)”
[3]

“HMI adalah organisasi mahasiswa, berfungsi sebagai organisasi perkaderan,
berperan sebagai organisasi perjuangan”
[4]
“Dengan demikian tugas hidup manusia menjadi sangat sederhana,
yaitu ber-Iman, ber-Ilmu dan ber-Amal”
[5]

Prolog

            Keberadaan HMI adalah keberadaan yang dimanifestasikan atas gerakan intelektual, moral dan spiritual di Indonesia. Tentu saja hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari beberapa syarat utama dari kelahiran sekaligus keberadaan HMI itu sendiri. Sebagai salah satu organisasi mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia, HMI didirikan bukan tanpa alasan yang jelas dan ideologis. HMI didirikan berangkat dari kekhawatiran dan kesadaran kritis atas kondisi Islam dan Indonesia pada waktu itu. Berangkat dari sebuah keyakinan yang diletakkan sebagai prinsip dasar kesadaran dalam berfikir dan bertindak, yaitu keyakinan bahwa tidak ada kebenaran selain Islam, yang dimaknai sebagai komitmen terhadap kebenaran, HMI lahir.

            Sejak lahiranya, HMI mempunyai motivasi dasar untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam. Motivasi dasar inilah yang menjadi wawasan dan komitmen kebangsaan dan keislaman bagi pengembangan organisasi. Meskipun sempat mengalami beberapa perubahan secara tekstual, juga secara isi (maksudnya adalah isi yang kemudian dalam tindakannya meniscayakan skala prioritas yang berbeda), namun misi HMI tetap berada di atas tiga komitmen yang juga merupakan ranah gerakan atau ranah pengabdiannya, yaitu Islam, Mahasiswa, dan Indonesia (atau ke-Islaman, kemahasiswaan, dank e-Indonesiaan).

Makna HMI sebagai organisasi mahasiswa

Berangkat dari pengertian mahasiswa: Mahasiswa adalah seseorang yang belajar/ menuntut ilmu di perguruan tinggi tertentu dan masih terdaftar di perguruan tinggi tersebut. Dengan demikian mahasiswa merupakan kaum intelektual yang memiliki tanggungjawab sosial yang khas sebagai mana yang telah dirumuskan oleh Edward Shill. menurutnya kaum intelektual memiliki lima fungsi yakni mencipta dan menyebar kebudayaan tinggi, menyediakan bagan-bagan nasional dan antar bangsa, membina keberdayaan dan bersama, mempengaruhi perubahan sosial dan memainkan peran politik. Sedangkan menurut Arbi Sanit mahasiswa cenderung terlibat dalam tiga fungsi terakhir.

Berdasar beberapa pendapat di atas tentunya kita selaku mahasiswa harus menyadari fungsi dan perannya di masyarakat, sehingga bisa menempatkan diri secara proporsional sesuai dengan potensi, kapabilitasnya serta kualitas kemahasiswaan.

Mahasiswa sebagai inti kekuatan perubahan dan dinamika gerakan mahasiswa: Mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki power dan idealisme yang tinggi dari masa ke masa senantiasa ada sesuatu hal yang tetap melekat dalam dirinya yakni keberanian dalam menyuarakan idealisme dan keberpihakan terhadap keadilan dan kebenaran serta kaum tertindas seperti buruh tani, buruh pabrik, rakyat miskin, dan yang lainnya. Dapat belajar dari sejarah pergerakan para pemuda bangsa indonesia, budi utomo, pristiwa sumpah pemuda, pristiwa penculikan Ir Sukarno dan Moh hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan, pristiwa 1948 pemberontakan PKI di Madiun, turunnya orde lama yang kemudian diganti orde baru sering dikenal sebagai angkatan ’66 juga dipelopori oleh mahasiswa. Dan yang paling kekinian adalah meletusnya gerakan reformasi yang juga dipelopori oleh mahasiswa. Dari sini cukup menjadi bukti bahwa mahasiswa menjadi garis terdepan dalam merubah dan mengganti setiap sistem maupun kondisi sosial yang ada di negeri ini.

Hakikat Keberadaan HMI

  1. Makna HMI sebagai organisasi yang berasaskan Islam.

“Hari ini telah Kusempurnakan bagi kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah: 3)

“Dan mereka yang berjuang dijalan-Ku (kebenaran), maka pasti Aku tunjukkan jalannya (mencapai tujuan) sesungguhnya Tuhan itu cinta kepada orang-orang yang selalu berbuat (progresif). (QS. Al-Ankabut : 69)

Islam sebagai ajaran yang haq dan sempurna hadir di bumi diperuntukkan untuk mengatur pola hidup manusia agar sesuai fitrah kemanusiaannya yakni sebagai khalifah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata ke hadirat-Nya.

Irodat Allah Subhanahu Wata’ala, kesempurnaan hidup terukur dari personality manusia yang integratif antara dimensi dunia dan ukhrawi, individu dan sosial, serta iman, ilmu dan amal yang semuanya mengarah terciptanya kemaslahatan hidup di dunia baik secara induvidual maupun kolektif.

Secara normatif Islam tidak sekedar agama ritual yang cenderung individual akan tetapi merupakan suatu tata nilai yang mempunyai komunitas dengan kesadaran kolektif yang memuat pemaham/kesadaran, kepentingan, struktur dan pola aksi bersama demi tujuan-tujuan politik.

Demi tercapainya idealisme ke-Islaman dan ke-Indonesiaan, maka HMI bertekad Islam dijadikan sebagai doktrin yang mengarahkan pada peradaban secara integralistik, trasedental, humanis dan inklusif. Dengan demikian kader-kader HMI harus berani menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta prinsip-prinsip demokrasi tanpa melihat perbedaan keyakinan dan mendorong terciptanya penghargaan Islam sebagai sumber kebenaran yang paling hakiki dan menyerahkan semua demi ridho-Nya.

  1. Makna Independensi HMI

Watak independen HMI yang tercermin secara etis dalam pola pikir, pola sikap dan pola laku setiap kader HMI akan membentuk “Independensi etis HMI”, sementara watak independen HMI yang teraktualisasi secara organisatoris di dalam kiprah organisasi HMI akan membentuk “Independensi organisatoris HMI”.

Aplikasi dari dinamika berpikir dan berprilaku secara keseluruhan merupakan watak azasi kader HMI dan teraktualisasi secara riil melalui, watak dan kepribadiaan serta sikap-sikap yang:

  • Cenderung kepada kebenaran (hanief).
  • Bebas, terbuka dan merdeka.
  • Obyektif, rasional dan kritis..
  • Progresif dan dinamis.
  • Demokratis, jujur dan adil.

Independensi organisatoris diartikan bahwa dalam keutuhan kehidupan nasional, HMI secara organisatoris senantiasa melakukan partisipasi aktif, kontruktif, korektif dan konstitusional agar perjuangan bangsa dan segala usaha pembangunan demi mencapai cita-cita semakin hari semakin terwujud. Dalam melakukan partisipasi partisipasi aktif, kontruktif, korektif dan konstitusional tersebut secara organisasi HMI hanya tunduk serta committed pada prinsip-prinsip kebenaran dan obyektifitas.[6]

Tujuan HMI

Rumusan Mission HMI tergambar dalam tujuan HMI “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT”. (Pasal 4 AD HMI). Dari tujuan diatas dapat didimpulkan menjadi 5 rumusan kualitas Insan Cita HMI yaitu:

  1. Kualitas Insan Cita Akademik
  2. Kualitas Insan Cita Pencipta
  3. Kualitas Insan Cita Pengabdi
  4. Kualitas Insan Cita Bernafaskan Islam
  5. Kualitas Insan Cita yang bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhi Allah subhanallah uta’ala.

Tugas Anggota HMI

Setiap anggota HMI berkewajiban berusaha mendekatkan kualitas dirinya pada kualitas insan cita HMI seperti tersebut diatas. Tetapi juga sebaliknya HMI berkewajib-an untuk memberikan pimpinan-pimpinan, bimbingan yang kondusif bagi perkembang-an potensi kualitas pribadi anggota-anggota dengan memberikan fasilitas-fasilitas dan kesempatan-kesempatan. Untuk setiap anggota HMI harus mengembangkan sikap mental pada dirinya yang independen untuk itu :

  1. Senantiasa memperdalam hidup kerohanian agar menjadi luhur dan bertaqwa kepada Allah SWT.
  2. Selalu tidak puas dan selalu mencari kebenaran.
  3. Teguh dalam pendirian dan obyektif rasional menghadapi pendirian yang berbeda.
  4. Bersifat kritis dan berpikir bebas kreatif.
  5. Selalu haus terhadap terhadap ilmu pengetahuan dan selalu mencari kebenaran.

Fungsi dan Peran HMI.

  1. Peran HMI sebagai organisasi perjuangan

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi perjuangan dalam keberadaannya tidak bisa dilepas dari sejarah perjuangan bangsa, maka sebagai kelompok cedikiawan, dinamika HMI terkait erat dengan dinamika bangsa yang berkembang.

Nilai-nilai yang harus hidup ditubuh HMI adalah sebagai komunitas terdidik yang memiliki kesadaran terhadap dirinya sendiri dan lingkuang social, bangsa dan agama. HMI harus mampu memberikan warna baru bagi dunia akademis dan gerakan mahasiswa. Dan perjuangannya adalah untuk senantiasa untuk mewujudakan tujuan, dan mengawal proses berkembangnya bangsa dan agama.

  1. Fungsi HMI sebagai organisasi kader

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kader berfungsi dan berperan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia melalui olah sikap, nalar, dan perilaku. Proses pengkaderan HMI dalah menerapkan proses internalisasi nilai-nilai moral dan kebenaran, baik dalam nilai keislaman, kebangsaan dan kemahasiswaan. Organisasi ini senantiasa terus berganti dengan pola dibina untuk kemudian membina. Dengan demikian proses pembelajarannya dapat menyeluruh kepada semua kader. Dan diharapkan akan terbentuk sosok kader-kader yang memiliki integritas pribadi yang tangguh, bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, militant, kritis, dan berani untuk melawan.

Tentu saja, seperti telah disebutkan di awal, bahwa perjuangan HMI, secara kontekstual didasarkan atas situasi dan kondisi yang ada. Dulu musuh HMI sangat jelas, yaitu penjajahan dan PKI. Untuk konteks sekarang, dengan misi yang secara jelas tertulis di dalam lembaran hasil-hasil kongres, apa yang bisa dilakukan oleh HMI? Apakah hal itu masih relevan dengan kebutuhan Umat Islam, mahasiswa dan masyarakat Indonesia? Jika memang masih relevan, apakah HMI kini telah menjalankan misi tersebut dengan sungguh-sungguh? Atau malah HMI sibuk bertengkar di dalam memperdebatkan dan berebut sesuatu yang sangat pragmatis dan tidak jelas? Sehingga secara perlahan HMI mengalami kemunduran, tidak dikenal masyarakat karena tidak berbuat apa-apaa untuk mereka, hingga selanjutnya mati… Kesemuanya itu adalah pilihan dan keputusan HMI, bukan orang lain, apalagi Negara!!![7]

Dalam lingkup yang lebih kecil lagi, yakni persoalan kemahasiswaan. Akan kita diskusikan bersama tentang: “Ketidakmampuan kader HMI menanamkan nilai-nilai Ke-HMI an dan mencitrakan eksistensinya sebagai organisasi mahasiswa tertua dan terbesar di Indonesia”. [8]

[1] Mission HMI adalah Tugas dan tanggung jawab yang di emban dalam setiap diri kader HMI. Kader HMI adalah anggota HMI yang telah melalui proses perkaderan sehingga memiliki ciri kader yakni memiliki integritas kepribadian yang utuh: beriman, berilmu dan beramal shaleh sehingga siap mengemban tugas dan amanah kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

[2] Disampaikan dalam agenda Follow Up LK 1 HMI Cabang Sukoharjo Kom. Ahamad Dahlan I Bid. PPPA dan Kajian Mission bidang PTKP.

[3] (Al-Qur’an, surat Ali Imran; 104)

[4] AD HMI BAB IV, pasal 7, 8 dan 9: tentang status, fungsi dan peran.

[5] Nurcholis Majdid

[6] Terdapat didalam teks tafsir independensi HMI (Hasil-hasil Kongres Himpunan Mahasiswa Islam ke XXVIII) hal.140-142

[7] Agus Winarno, dalam artikel https://imanilmuamal82.wordpress.com/2010/09/13/mision-hmi/

[8] Akan dilaksanakan FGD oleh seluruh peserta diskusi yang merupakan kader-kader HMI, sebagai bagian dari proses mengasah nalar, refleksi atas kualitasnya saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s