Posted: Maret 24, 2016 in Intelegensia Muslim, Ke-HMI-an

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

foto di pantaiPerkaderan merupakan aspek terpenting dalam proses perkembangan sebuah organisasi, termasuk HMI. Bahkan dalam HMI perkaderan diumpamakan jantung, yang apabila tidak bergerak (berdetak) berarti matilah HMI. Maka sudah seharusnya perkaderan dianggap sebagai substansi yang sangat penting dalam organisasi, bahkan dijadikan tolak ukur bagi perkembangan organisasi itu sendiri. Hal ini tidak berbeda dengan lembaga semi otonom dalam badan HMI, yaitu Korps HMI-wati (KOHATI).

KOHATI menitikberatkan pada pembinaan HMI-wati dengan menilik peran HMI-wati sebagai seorang anak, seorang (calon) isteri, dan (calon) ibu. Eksistensi KOHATI menjadi sangat penting, karena menjadi “laboratorium hidup” yang akan menghasilkan HMI-wati berkualitas untuk masa depan. Kualitas terbaiknya sebagai seorang putri bagi kedua orangtuanya, calon istri bagi suaminya dan ibu bagi anak-anaknya kelak serta kualitas terbaik sebagai anggota masyarakat.[1] Sehingga badan khusus KOHATI yang memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan potensi HMI-wati serta membekalinya dengan apa-apa yang dibutuhkannya nanti dalam rangka mempersiapkan HMI-wati untuk melaksanakan perannya dengan baik. Potensi dan bekal yang diusahakan KOHATI agar sesuai dengan kebutuhan HMI-wati membutuhkan data-data penunjang untuk mewujudkan pembinaan dan perkaderan yang terukur dan terarah.

Melihat potensi kader HMI-wati yang berbeda-beda sehingga management keadministrasian menjadi aspek yang sangat penting untuk mengetahui perkembangan HMI-wati. Melalui data-data tersebutlah kita akan dapat menentukan langkah selanjutnya untuk mengembangkan potensi-potensi HMI-wati baik melalui training-training dijenjang selanjutnya, salah satunya adalah Latihan Khusus Kohati (LKK). Dengan training-training tersebutlah akan membekali diri kader HMI-wati untuk menjadi seorang anak, calon isteri dan ibu untuk Melalui penjelasan pemaparan latar belakang diatas penulis ingin menjelaskan tentang “Management Administrasi untuk Meningkatkan kualitas Perkaderan HMI-wati.”

  1. RUMUSAN MASALAH

Dari uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut:

  1. Apakah Fungsi Administrasi dalam Organisasi?
  2. Apa yang dimaksud dengan KOHATI dan Perkaderan KOHATI?
  3. Bagaimana Administrasi KOHATI untuk meningkatan Perkaderan KOHATI?
  1. TUJUAN PENELITIAN

Dari uraian rumusan masalah diatas kita mengetahui tujuannya adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui Fungsi Administrasi dalam Organisasi
  2. Mengetahui dan menjelaskan KOHATI dan Perkaderan KOHATI
  3. Mengetahui dan menjelaskan Administrasi KOHATI untuk meningkatkan kualitas Perkaderan KOHATI

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Administrasi dan Fungsi Administrasi dalam Organisasi
  2. Pengertian Administrasi

Kata administrasi berasal dari bahasa Inggris yaitu”administration” yang berarti mengelola “to manage” atau menggerakkan “To direct”.[2]

Menurut Sondang P. Siagian, administrasi adalah sebagai keseluruhan proses kerja sama antar dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalistas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[3]

Menurut Ngalim Purwanto, Administrasi adalah merupakan kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengelola, mengarahkan, mengatur semua proses kegiatan dalam mencapai tujuan.[4]

Administrasi merupakan segenap penyelenggaraan setiap usaha kerjasama manusia mencapai tujuan tertentu.[5]

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa, Administrasi adalah proses kerjasama untuk mengelola kegiatan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Administrasi itu meliputi dua hal yaitu

  1. Kesekretariatan
  2. Keuangan

Secara lebih rinci, unsure-unsur administrasi dapat disebutkan dibawah inisebgai berikut:

  1. Manusia : 2 orang atau lebih
  2. Tujuan
  3. Kerjasama
  4. Tugas dan kegiatan
  5. Sarana[6]
  1. Fungsi Administrasi dalam Organisasi

Administrasi sangat dibutuhkan dalam organisasi guna untuk mengetahui perkembangan organisasi. Selain itu, Adapun fungsi administrasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

  1. Planning (Perencanaan)adalah penyusun perencanaan memerlukan kegiatan adminitrasi, seperti pengumpulandata, pengolahan data, penyusunan perencanaan.
  2. Organizing (pengorganisasian)adalah aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja anatara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Staffingadalah salah satu fungsi dari manajemen yang menyusun personalia pada suatu organiasik mulai dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha untuk setiap tenaga petugas memberi daya guna yang maksimal kepada organisasi.
  4. Directing (pengarahan atau bimbingan)adalah fungsi manajemen yang berhubungan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, untuk tugas yang dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju dari yang telah ditetapkan semula.
  5. Coordinating adalah sebagian dari fungsi manajemen untuk melakukan sejumlah kegiatan agar berjalan baik dengan menghindari terjadinya kekacauan, percekcoka, kekosongan kegiatan yang dilakukan dengan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi.
  6. Reporting adalah manajemen yang berada pada penyampaian perkembangan atau hasil dari kegaitan dengan pemberian keterangaan dari tugas dan fungsi para pejabat yang lebih tinggi baik lisan maupun tulisan sehingga dalam menerima laporan dapat memperoleh gambaran tentang pelakasanaan tugas orang yang memberi laporan.
  7. Budgeting adalah suatu kegiatan yang mengelola dan perencanaan yang berkelanjutan mengenai keuangan atau anggaran.[7]
  1. KOHATI dan Perkaderan KOHATI
  2. Latarbelakang Berdirinya KOHATI

KOHATI adalah singkatan dari Korps HMI-wati (pasal 1) yang didirikan pada tanggal 2 Jumaddil Awal 1386 H yang bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 M pada Kongres VIII di Solo.[8] Adapun alasan yang mendorong lahirnya KOHATI adalah sebagai berikut:

  1. Perjuangan HMI yang semakin meningkat sesuai dengan gerakan perjuangan pada masa orde lama sampai orde baru. Serta peningkatan kualitas kaum perempuan dan masyarakat untuk aktif dalam segala aspek kehidupan yang semakin besar.
  2. Adanya pengerahan missal dalam KAP (Kesatuan Aksi Pengganyangan) Gestapu/PKI, yang dimana HMI-wati ikut berpartisipasi aktif dalam aksi tersebut. (Kutipan keterangan dari Anniswati Rokhlan (Ketum Pertama PB KOHATI) yang dimuat dimajalah COHATI)
  3. Terbentuknya berbagai Korps dalam Angkatan Bersenjata sebagai wadah khusus wanita seperti COWAD, COWAL, COWAU, maka HMI mendirikan KOHATI untuk menghadapi GESTAPU/PKI. Selain itu alasan yang mendorong pembentukan KOHATI adalah pembentukan kader-kader HMI-wati yang dapat membawakan aspirasi HMI murni dimanapun berada, kuantitas serta kualitas HMI-wati yang semakin meningkat dirasakan sangat penting diadakannya wadah yang sifatnya semiotonom. (Keterangan Yulia Mulyati selaku Sekretaris Umum KOHATI PB HMI yang pertama).[9]
  1. Perkaderan KOHATI
  2. Peran HMI-wati sebagai Anak, Istri dan Ibu

Perkembangan bangsa Indonesia dalam era globalisasi saat ini memperlihatkan fenomena-fenomena kesenjangan sosila dalam masyarakat. Hal ini timbul karena ketidakmerataan wawasan berfikir dikalangan masyarakat, baik akibat adanya system yang kurang memberikan kebebasan mengartikulasikan cita-cita luhur itu, maupun akibat adanya ketidakseimbangan dalam pemahaman aspek hard skills, soft skills dalam system pendidikan kita. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas kader HMI. Sehingga kita sebagai kader HMI-wati harus mengerti mengenai perkaderan KOHATI untuk peningkatan kualitas kader HMI-wati. Sebelum kita melangkah jauh mengenai system perkaderan KOHATI kita harus mampu mengetahui terlebih dahulu mengenai peran kita di masyarakat baik sebagai anak, istri, dan sebagai ibu dikemudian hari.

  • Peran sebagai anak adalah sebagai kader kohati kita harus menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita, menjadi anak yang membanggakan orang tua serta menjalankan kewajiban-kewajiban kita kepada orang tua dengan tanggung jawab dan ikhlas dan lain-lain.
  • Peran kita sebagai Istri (untuk suami kita nanti) adalah kita harus mampu menjaga nama baik suami, menjalankan kewajiban kita sebagai seorang istri, berbakti kepada suami dan lain-lain.
  • Peran kita sebagai ibu (untuk anak-anak) adalah kita harus mampu mendidik anak-anak kita nanti sesuai dengan Qur’an dan Hadits agar menjadi anak soleh dan sholehah, serta memberikan pendidikan dan bimbingan kepada anak-anak kita, dan lain-lain.
  • Peran perempuan dalam masyarakat adalah kita mampu menjadi penyalur informasi kepada masyarakat, mampu menggerakkan masyarkat untuk lebih maju lagi. Yang sesuai dengan Q. S An-Naml : 23 yang berbunyi

’ÎoTÎ) ‘N‰y`ur Zor&tøB$# öNßgà6Î=ôJs? ôMuŠÏ?ré&ur `ÏB Èe@à2 &äóÓx« $olm;ur î¸ötã ÒOŠÏàtã ÇËÌÈ

Artinya: Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita[10] yang memerintah mereka, dan Dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

  1. Arah Pembinaan (Perkaderan) KOHATI

Arah pembinaan dimaksudkan adalah guidance (petunjuk) hendak kemana pembinaan KOHATI ditujukan. Sebagai bagian integral dari HMI, maka pembinaan KOHATI diarahkan untuk pencapaian tujuan HMI yang termaktub dalam pasal 4 AD HMI. Peningkatan kualitas dan peranan sebagai anak, istri, ibu dan sekaligus sebagai anggota masyarakat (menjadi professional dalam bidang pilihannya).

  1. Pola Dasar Pembinaan KOHATI

Sebagai bagian yang integral HMI, kaderisasi dalam KOHATI harus senantiasa selaras dan serasi dengan perkaderan HMI. Pola dasar perkaderan HMI telah membahas rekuitmen kader, pembentukan kader dan pengabdian kader. Dalam pola dasar tersebut KOHATI ditempatkan sebagai salah satu wadah pembentukan kader.

  • Kualifikasi kader HMI-wati
  • Kemampuan Intelektual
  • Kemampuan Kepemimpinan
  • Kemampuan Manajerial
  • Kemandirian
  • Perkaderan KOHATI

Merupakan upaya sekumpulan aktivitas pembinaan yang terintegrasi dalam upaya mencapai tujuan HMI umumnya dan tujuan KOHATI khususnya. Aktifitas perkaderan yang dilakukan HMI- wati itu dapat dilakukan secara individu maupun kelompok baik secara Formal dan Informal.

  1. Kaderisasi individu dilakukan melalui penugasan-penugasan untuk menjalankan roda organisasi KOHATI, baik intern dengan melakukan fungsi peningkatan kualitas dan peranan HMI-wati ddan bersifat ektern yaitu dengan berpartisipasi dengan berbagai aktivitas eksternal yang mengemban misi HMI.
  2. Kaderisasi kelompok dilakukan melalui forum-forum perkaderan formal dan non formal KOHATI yaitu :
  • Forum Perkaderan Formal (Latihan Khusus Kohati, Training For Trainers)
  • Forum Perkaderan Non Formal (Pranikah, Kewirausahaan, Publik Speaking, Latihan Kader Sensitif Gender perspektif Islam, Kesehatan Reproduksi dan Up-Grading)[11]

Materi perkaderan KOHATI membahas hal-hal yang sudah terbagi dalam empat kelompok materi yaitu:

  1. Masalah Umum : agama/ ubudiyyat, ideo-poli-tor
  2. Masalah kewanitaan umum yaitu mengenai isu-isu kewanitaan yang perlu diketahui seorang mahasiswi untuk memperluas wawasan
  3. Masalah kewanitaan praktis, yaitu pengetahuan praktis yang diperlukan oleh seorang mahasiswi sebagai seorang putrid, calon istri dan calon ibu
  4. Ketrampilan, yaitu pengetahuan praktis dalam kehidupan rumah tangga.[12]
  1. System Evaluasi

System evaluasi dimaksudnya untuk melihat keberhasilan latian dengan melihat sumber daya organisasi yang telaj dijalankan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pelatihan.

  1. Administrasi KOHATI untuk Peningkatan Kualitas Perkaderan HMI-wati

KOHATI sebagai bagian integral dari HMI merupakan kelompok muda yang cendikia yang bertanggungjawab untuk membina dan mengembangkan potensi HMI-wati agar menjadi kader yang memiliki pola pikir integral dan utuh, khususnya sebagai kader HMI di bidang kemahasiswaan dan keperempuanan. Sehingga untuk mewujudkan tujuan diatas pengurus KOHATI memerlukan pedoman administrasi.

Pedoman Administrasi Kesekretariatan merupakan sebuah acuan dan rujukan yang ideal dalam memahami tentang pengelolaan administrasi kesekretariatan. Yang harapannya mampu diterapkan dalam tingkatan tertentu dialam HMI itu sendiri. Selanjutnya, Administrasi merupakan segenap penyelenggaraan setiap usaha kerjasama manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk terselenggaranya adminstrasi dengan baik dan mencapai tujuan, diperlukan suatu proses yang tertib. Adapun didalam Pedoman Administrasi Kesekretariatan HMI mencakup: Administrasi Surat Menyurat, Administrasi Kearsipan, Administrasi Keanggotaan, Inventaris organisasi dan Dokumentasi Organisasi, Administrasi Perpustakaan, dan juga Keprotokelaran HMI.[13] Keadministrasian KOHATI dan HMI tidak ada perbedaan. Selain itu administrasi itu juga mencakup data-data pribadi kader HMI-wati sehingga ketrampilan yang harus dikembangkan oleh pengurus atau fasilitator adalah keahlian kesekretariatan dan administrasi.[14]

Untuk meningkatkan kualitas HMI-wati banyak yang dapat dilakukan baik melakukan melalui penugasan-penugasan atau pun melalui diskusi pengurus KOHATI bersama dengan HMI-wati, Up-Grading KOHATI dan Training Nasional KOHATI. Dengan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan disetiap harinya kita akan mengetahui minat ataupun potensi masing-masing HMI-wati. Potensi-potensi harus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kader HMI-wati. Kader HMI-wati harus memiliki sifat tangguh dan mampu mencontoh perilaku perjuangan perempuan (ummahat Al-Mukmin) yaitu Siti Khodijah, Siti Aisyah, Fatimah Az-Zahra dan lainnya yang memiliki sifat jujur, suci, amanah, taat beragama, dermawan, cerdas, dan penyayang dan sifat yang rela berkorban.

Untuk mewujudkan potensi-potensi kader HMI-wati tersebut diperlukan kaderisasi melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat individu maupun kelompok agar kita dapat mengukur kemampuan kader HMI-wati. Pengurus KOHATI dalam melakukan pengukuran minat kader HMI-wati tersebut melalui beberapa tahapan dengan melalui beberapa hal yaiu sebagai berikut:

  1. Ta’aruf / Pengenalan (Introducing)

Pendekatan ini dimaksudkan agar terjadi suasana saling mengenal dan keakraban diantara sesama anggota dan pengurus dan kader HMI-wati. Saling mengenal ini adalah upaya membangun kepercayaan (trust building) diantara semua elemen kadr dengan memperkenalkan diri dan berbagai informasi mengenai berbagai latar belakang kader dan akan memunculkan solidaritas (ukhuwah)

  1. Tafahum / Saling Sepaham (Mutual Understanding)

Pendekatan ini agar sesame anggota antara sesame pengurus dalam keseharian aktivitas organisasi dapat saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing berusaha memulai dari diri sendiri untuk bersikap introspektif dari kekurangan, kesalahan atau kekhilafan masing-masing, disamping menumbuhkan suasana saling mnegingatkan.

  1. Ta’awan / Saling tolong menolong (Mutual Assistance)

Pendekatan ini dimaksudkan agar sesame kader HMI-wati dapat terjalin sikap saling tolong menolongdalam kebaikan dan kebenaran

  1. Takaful / Saling Berkesinambungan (Sustainable)

Pendekatan ini dimaksudkan agar sesame anggota kadr HMI-wati antara sesame pengurus dalam keseharian aktivitasnya maupun organisasi dapat terjalin kesinambungan rasa dan rasio serta kesamaan idea tau pemikiran kedalam hubungann yang dialogis yang harmonis disamping tercipta suasana yang kondusif.

Dengan proses pendekatan yang dilakukan secara intensif terhadap HMI-wati maka kita akan didapatkan data-data pribadi mengenai kader HMI-wati yang akan ditindaklanjuti oleh pengurus KOHATI untuk mengambil langkah selanjutnya dalam mengembangkan kualitas perkaderan KOHATI dan mengembangkan kualitas pengurus dan kader KOHATI. Data-data tersebut akan dikelola menjadi administrasi yang rapi guna mempermudah pengurus untuk melakukan perkaderan yang baik dengan melihat kebutuhan-kebutuhan kader, sehingga akan terdapat pembaharuan-pembaharuan perkaderan yang akan dilakukan baik secara training formal maupun training informal.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perkaderan secara formal dapat dilakukan melalui LK 1, LK II, LK III, LKK, TFT dan Senior Course (SC). Sedangkan perkaderan untuk tingkat non formal dilakukan untuk menunjang dan memaksimalkan tugas kader HMI-wati sebagai anak, calon istri, ibu dan anggota masyarakat. Proses-proses tersebut dapat dilakukan dengan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

  1. Kegiatan pra nikah,
  2. Program kewirausahaan (Entrepreneur Muda),
  3. Pelatihan Public Speaking,
  4. Latihan Kader Sensitif Gender perspektif Islam
  5. Kesehatan Reproduksi
  6. Up-Grading

Selain itu, KOHATI harus menambah agenda-agenda yang sudah ditetapkan dalam administrasi kepengurusan. Agenda-agenda tersebut harus bersifat inovasi dan sebagai solusi untuk peningkatan perkaderan HMI-wati di Cabang masing-masing. Salah satunya adalah dengan melakukan advokasi Hukum dan HAM Perempuan kepada masyarakat dan khususnya kepada kader HMI-wati agar memiliki kesadaran politik. Melalui training advokasi ini semoga menumbuhkan Kesadaran politik yang bertujuan:

  1. Melahirkan sosok KOHATI yang menjadi figure pemerintahan
  2. Mengembangkan potensi kader HMI dalam politik baik dalam dunia kemahasiswaan dan dunia pemerintahan
  3. Peningkatan jumlah perempuan untuk masuk dalam dunia politik sehingga mencapai 30% (kesadaran politik)
  4. Mengurangi KDRT yang sering terjadi dikalangan perempuan (data kekerasan perempuan karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

Dengan langkah-langkah perkaderan inilah perlunya management administrasi agar mempermudah perkaderan guna meningkatkan kualitas perkaderan KOHATI, dengan administrasi yang baik maka akan tercipta kaderisasi KOHATI yang mampu mengacu pada misi utama KOHATI dan mampu memperkaya kemampuan soft skiils generasi muda khususnya HMI-wati selama di bangku perkuliahn. Peningkatan soft skills ini merupakan dasar dalam pembentukan karakter, yang diharapkan bagi kader HMI-wati seorang anak muda mampu menghadapi masa depan dengan memaksimalkan seluruh multiperannya dengan baik sebagai anak, calon istri, ibu bagi anak-anaknya dan anggota bagi masyarakat yang dihadapi dengan simultan dan mampu menjadi seorang fulltime professional sekaligus fulltime leader, fulltime director, fulltime secretary, dan lain-lain

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. SIMPULAN
  2. Pengertian Administrasi

Administrasi adalah proses kerjasama untuk mengelola kegiatan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Administrasi itu meliputi dua hal yaitu

  1. Kesekretariatan
  2. Keuangan
  1. Fungsi Administrasi bagi Organisasi
  2. Planning (Perencanaan)
  3. Organizing (pengorganisasian)
  4. Staffing
  5. Directing (pengarahan atau bimbingan)
  6. Coordinating
  7. Reporting
  8. Budgeting
  1. Latarbelakang Berdirinya KOHATI

KOHATI adalah singkatan dari Korps HMI-wati (pasal 1) yang didirikan pada tanggal 2 Jumaddil Awal 1386 H yang bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 M pada Kongres VIII di Solo.

  1. Perkaderan KOHATI

Arah pembinaan dimaksudkan adalah guidance (petunjuk) hendak kemana pembinaan KOHATI ditujukan. Sebagai bagian integral dari HMI, maka pembinaan KOHATI diarahkan untuk pencapaian tujuan HMI yang termaktub dalam pasal 4 AD HMI. Peningkatan kualitas dan peranan sebagai anak, istri, ibu dan sekaligus sebagai anggota masyarakat (menjadi professional dalam bidang pilihannya).

  1. Administrasi KOHATI untuk Perkaderan HMI-wati

Untuk meningkatkan kualitas HMI-wati banyak yang dapat dilakukan baik melakukan melalui penugasan-penugasan atau pun melalui diskusi pengurus KOHATI bersama dengan HMI-wati, Up-Grading KOHATI dan Training Nasional KOHATI. Dengan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan disetiap harinya kita akan mengetahui minat ataupun potensi masing-masing HMI-wati. Potensi-potensi harus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kader HMI-wati. Potensi-potensi tersebut didapat dari data-data kader yang teradministrasi dengan baik. Sehingga dari administrasi baik akan berdampak pada proses perkaderan yang ideal.

Dalam melaksanakan perkaderan HMI-wati diperlukan budgeting (keuangan) untuk meningkatkan perkaderan serta inovasi-inovasi yang baru dalam perkaderan agar tercipta kaderisasi KOHATI yang mampu mengacu pada misi utama KOHATI dan mampu memperkaya kemampuan soft skiils generasi muda khususnya HMI-wati selama di bangku perkuliahn. Peningkatan soft skills ini merupakan dasar dalam pembentukan karakter, yang diharapkan bagi kader HMI-wati seorang anak muda mampu menghadapi masa depan dengan memaksimalkan seluruh multiperannya dengan baik sebagai anak, calon istri, ibu bagi anak-anaknya dan anggota bagi masyarakat yang dihadapi dengan simultan dan mampu menjadi seorang fulltime professional sekaligus fulltime leader, fulltime director, fulltime secretary, dan lain-lain

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan terjemahan

Hasil Musyarawarah Nasional KOHATI ke XXI KOHATI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 2013-2015

Hasil-Hasil Kongres HMI XXVIII, Jakarta Timur, Depok, Jakarta Selatan, 15 Maret-15 April 2013.

Korps HMI-wati dalam sejarah 1966-1994, KOHATI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 1992-1994. Jakarta: CV Misaka Galiza

KOHATI mengakar ke Dalam untuk Meraih Meraih Asa, KOHATI Pengurus Besar HMI periode 2013-2015. Jakarta Selatan: PB HMI Publishing

Laporan pertanggungjawaban Bidang Kesekretariatan yang disampaikan pada pada msa pleno I

HMI Cabang Sukoharjo pada bulan September 2015

Nawawi. Ismail Ismail. 2009. Perilaku Administrasi. Surabaya : ITS Press

Rahmat. 2013. Filsafat Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.

Syafri, Wirman. 2012. Studi Administrasi Publik . Jakarta : Penerbit Erlangga

Yatimah, Durotul. 2009. Kesekretariatan Modern dan Administrasi Perkantoran. Bandung : Pustaka Setia

Widiyanti, Ninik 1988. Administrasi Sebagai Kebutuhan Masyarakat Modern. Jakarta: PT Bina Aksara

http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-administrasi-menurut-para.html yang diakses pada tanggal 13 Februari 2015 pada pukul 14.32 WIB

BIODATA DIRI

 

  1. DATA PRIBADI
  2. Nama Lengkap : Dariyana
  3. Tempat, Tanggal Lahir : Sukoharjo, 17 Agustus 1994
  4. Umur : 21 tahun
  5. Agama : Islam
  6. Jenis Kelamin : Perempuan
  7. Kewarganegaraan : WNI
  8. Status : Belum Menikah
  9. Alamat Asal : Dongeng, Rt. 03 Rw. 01 Sapen,

Mojolaban, Sukoharjo,

Jawa Tengah, 57554

  1. Handpone : 085642122515
  2. Motto : “Diam untuk Berfikir, Bergerak

   untuk Bertindak”

  1. PENDIDIKAN FORMAL
  2. 1999-2000 : TK Sapen 1
  3. 2000-2006 : SD Negeri 2 Sapen
  4. 2006-2009 : SMP Negeri 1 Mojolaban
  5. 2009-2012 : SMK Muhammadiyah 2

   Karanganyar

  1. 2013 – sekarang : Universitas Muhammadiyah

Surakarta

[1] Hasil Musyarawarah Nasional KOHATI ke XXI KOHATI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 2013-2015. Hal. 20

[2] Ismail Nawawi. Perilaku Administrasi. (Surabaya : ITS Press. 2009) hal. 30

[3] Wirman Syafri, Studi Administrasi Publik (Jakarta : Penerbit Erlangga, 2012) hal. 9

[4] Rahmat. Filsafat Pendidikan (Bandung : Pustaka Setia. 2013) hal. 24

[5] Hasil-Hasil Kongres HMI XXVIII, Jakarta Timur, Depok, Jakarta Selatan, 15 Maret-15 April 2013. Hal. 308

[6][6] Ninik Widiyanti. Administrasi Sebagai Kebutuhan Masyarakat Modern. (Jakarta: PT Bina Aksara. 1988) hal. 26

[7] http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-administrasi-menurut-para.html yang diakses pada tanggal 13 Februari 2015 pada pukul 14.32 WIB

[8] Hasil Musyarawarah Nasional KOHATI ke XXI KOHATI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 2013-2015. Hal. 5

[9] Korps HMI-wati dalam sejarah 1966-1994, KOHATI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 1992-1994. (Jakarta: CV Misaka Galiza). Hal. 10-12

[10] Yaitu ratu Balqis yang memerintah kerajaan Sabaiyah di zaman Nabi Sulaiman.

[11] Hasil Musyarawarah Nasional KOHATI ke XXI KOHATI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 2013-2015. Hal 38-41

[12] KOHATI mengakar ke Dalam untuk Meraih Meraih Asa, KOHATI Pengurus Besar HMI periode 2013-2015 (Jakarta Selatan: PB HMI Publishing) hal. 62

[13] Laporan pertanggungjawaban Bidang Kesekretariatan yang disampaikan pada pada msa pleno I HMI Cabang Sukoharjo pada bulan September 2015

[14] Durotul Yatimah. Kesekretariatan Modern dan Administrasi Perkantoran (Bandung : Pustaka Setia. 2009) hal. 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s