Mahasiswa Berkualitas

Posted: Maret 24, 2016 in Intelegensia Muslim, Kemahasiswaan

Terpelajar bukan hanya terlihat dari buah pemikirannya saja tetapi terpelajar juga harus mampu menunjukkan sikap keterpelajarannya melalui perbuatannya.

 

foto 1Mahasiswa………………………….

Seperti status yang sangat membanggakan. Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah yang bisa dibanggakan dari seorang mahasiswa? Apakah dengan keberaniaanya atau karena sebutan akademis bagi seorang siswa yang sudah mengalami jenjang pendidikan lebih tinggi ataukah dengan nilai yang dikatakan sempurna atau comluade. Tak anyal mahasiswa hanya mampu bersenang-senang dengan kegiatannya yang terkadang tidak bermanfaat untuk pribadinya dan orang lain atau bisa dikatakan mereka menerapkan perilaku yang hedonis. Melihat realita sebagian besar kegiatan mahasiswa dikampus yang hanya 3D+1H (datang, duduk, domblong dan hangout). Lalu bagaimanakah kita memaknai mahasiswa yang berkualitas itu sendiri?

Berbicara mengenai mahasiswa yang berkualitas maka kita akan berbicara mengenai potensi-pontensi yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa. Tetapi ada kesalahpahaman dari beberapa orang bahwasanya mahasiswa yang berkualitas selalu diidentikan dengan mahasiswa yang mendapatkan nilai bagus (comluade) atau yang sering kita sebut dengan mahasiswa akademis. Padahal nilai bagus dan prestasi bukan satu-satunya ukuran seorang dapat dikatakan sebagai mahasiswa yang berkualitas.

Mahasiswa dikatakan berkualitas dinilai dari sejauh mana seorang mahasiswa peka terhadap lingkungan sekitarnya dan mampu mengkritisinya sehingga berguna untuk peningkatan kemajuan dilingkungan kemahasiswaan dan dilingkungan masyarakat. Sehingga Prestasi tidak cukup bahkan tidak berkualitas apabila tidak berguna bagi orang lain dan masyarakat pada umumnya. Mahasiswa yang berkualitas tidak hanya sekedar mengetahui tetapi apa ia yang diketahuinya harus diterapkan atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Memaknai kata akademis itu sendiri bukan hanya dilihat dari nilai yang tinggi tetapi lebih ditekankan pada memiliki wawasan yang luas, berfikir kritis, berfikir rasional, objektif, memiliki kemampuan teoritis serta mampu berdiri sendiri dengan disiplin ilmu yang dia pilih. Kemampuan intelektual dan analisis yang kuat harus didukung dangan keilmuan yang dipelajari sehingga menjadikan kekritisan tersebut berbasis intelektual bukan berdasarkan omongan belaka tanpa teori dasar yang jelas. Belum pantas seseorang disebut mahasiswa berkualitas tanpa memenuhi konsekuensi-konsekuensi dari identitas yang melekat pada diri seorang mahasiswa. Mahasiswa dikatakan agen of change, social control, iron stock itulah identitas dari seorang mahasiswa.

Mahasiswa akan mengenal apa itu Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai slogan dan menjadi tugas yang diemban oleh setiap mahasiswa. Mahasiswa harus mampu mendayagunakan semua ilmu pengetahuannya (pendidikan) untuk menciptakan inovasi-inovasi baru (penelitian) dan mendharma baktikan ilmu pengetahuannya (pengabdi). Selain itu sebagai mahasiswa akademis, pencipta, pengabdi, kita harus mampu mewujudkan cita-cita dan ikhlas dalam mengamalkan ilmunya untuk kepentingan dan kemajuan umat dan bangsa. Selain itu penguatan kualitas keilmuan diperlukan pula kualitas religiusitas untuk membentuk “unity personal” agar tercegah dari sikap “split personality. Sehingga kualitas ini mampu mengintegrasikan masalah pembangunan nasional bangsa kedalam suksesnya perjuangan bangsa Indonesia. Pemenuhan keseluruhan konsekuensi tersebut menjadikan mahasiswa memiliki kebermaknaan sebagai mahasiswa yang sebenarnya dan mahasiswa seutuhnya.

Yakusa……………Yakin Usaha Sampai……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s